Tadi cerita apa Mbak Pertiwi saat Kandi beli onde-onde?” tanya ibu akhirnya. “Enggak cerita, cuman ngasih buku ini. Ada ceritanya, lho” jawabku sambil mengacungkan buku kecil.
“Oh, buku sovenir, ya? Bagus juga untuk promosi toko,” ucap ibu sambil mengamati buku tersebut.
“Ehm, isinya tentang awal kisah toko kue itu berdiri. Juga denah, jenis kue, lokasi, dan...hehehe, ini foto Mbak pertiwi di depan toko.”
Ibu, kue apa yang paling ibu suka?” tanya Pertiwi sore itu seusai mengaji pada ibunya.
“Ehm, ibu paling suka onde-onde. Tahu tidak, saat kecil, nenek membuat onde-onde, lalu ibu menjajakannya berkeliling dengan jalan kaki” cerita ibu dengan bangga.
Kok sekarang ibu jarang membuat onde-onde?” tanya Pertiwi. “Ibu mbikinnya mesti nunggu kalau Bapak mendapat giliran pengajian atau ibu arisan”.Ah, masak?. Emang kakak mau dibuatkan?. Sekarang?” tanya ibu sambil tertawa kecil. Pertiwi tersenyum kecut. Ibu tahu dengan pasti bahwa Pertiwi sangat jarang memakan kue buatan ibu, dan dia paling suka dengan kue atau pun jajanan yang dibelinya sendiri.
“Kuno” begitu jawabnya tiap kali ibu menawarkan kue buatannya.
Hingga pada suatu hari, Pertiwi dan beberapa kawannya sakit perut di madrasah setelah memakan jajanan yang dibelinya.
Pertiwi dan dua kawannya yang lain dilarikan ke Puskesmas. Keracunan makanan, begitu kata petugas kesehatan. Kue kesenangan Pertiwi sudah basi saat dibeli. Mungkin juga sudah kedaluwarsa!
Ibu sangat prihatin melihatnya. Hingga setelah itu, ibu dengan telaten membuatkan jajanan sendiri untuk bekal Pertiwi sekolah. Kadang-kadang diselipkan juga onde-onde spesial buatan ibu yang terkenal enak itu. Awalnya Pertiwi kurang menyukai, namun lama-kelamaan lidahnya pun bergoyang tiapkali menikmatinya.
Onde-onde ibu maknyuss” begitu puji Pertiwi suatu hari. Pipi ibu memerah mendengarnya.
“Ibu ajarin aku membuat onde-onde, ya?”celoteh Pertiwi berikutnya. Ibu tersenyum sambil mengangguk. “Mudah, kok” jawab ibu ringan sambil menyuapi adik.
Hari-hari berikutnya Pertiwi…
Gadis Desa
kue tradisional
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 93 Episodes
Comments