Hari ini Zara di sibukan dengan rencana pernikahan yang tengah ia tangani. Gery, suami dari Nita yang sekaligus atasan di tempat ia bekerja sekarang telah memberi kebebasan jam kerja tersendiri untuknya selama satu bulan ke depan.
"Za, sepertinya kali ini hanya ada kamu dan Tera." Gery menarik kursi untuk Zara.
“Dela sudah mengabari aku tadi pagi. Hasil dari semua pembahasan hari ini akan segera aku kirim via email kepada Dela, bagaimana Mas Tera?"
"Panggil Tera saja, kedengerannya gak enak di panggil mas. Kesannya aku jadi tua banget." Tera tertawa, menunjukan gigi gingsulnya yang tiba-tiba terekam manis di otak Zara.
***
Setelah melalui percakapan yang panjang dengan Tera tentang semua keinginan yang ada di kepalanya. Zara pun mulai mencatat semua poin-poin penting untuk ia dan calon pengantin akan kerjakan selanjutnya. Sesekali Zara memberi masukan dan saran.
"Pikiran kita kok bisa sama gini ya?" Tera tertawa.
"Kebetulan sama, biasanya proses awal ini paling ruwet. Ini rekor bagi ku, satu hari bisa selesai." Zara menutup laptopnya pelan.
***
Hari ini lagi-lagi Dela menelpon Zara, mengabarkan bahwa ia sedang ada tugas di luar kota dan tidak bisa ikut memutuskan desain undangan dan souvenir yang akan mereka gunakan. Zara menyarankan untuk mengundur harinya namun Dela menolak. Suara manjanya telah membuat Zara mengatakan iya berkali-kali. Dan kini ia dan Tera telah terdampar di sebuah ruangan yang dindingnya dipenuhi dengan kartu-kartu undangan dalam berbagai warna dan desain.
"Wah, sang perencana dan kliennya rupanya memiliki kemistri tersendiri nih." Wendi, kolega Zara, desainer kartu undangan itu tersenyum-senyum ketika melihat dua telunjuk menunjuk desain yang sama di template undangan yang ada dihadapan mereka.
"Ya harus dong, jadi gak banyak waktu terbuang." Zara tersenyum diantara lirikan Tera.
***
Jam dinding di kamarnya telah menunjuk ke angka 2 dini hari. Namun mata Zara tak mau juga terpejam. Kembali terlintas di pikirannya peristiwa tadi siang. Keba…
Gadis Desa
#sahabat naira hamil
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 93 Episodes
Comments