Kupikir kau seharusnya sepakat, Kawan. Logika, menurutku bukanlah tolok ukur kepastian. Bagiku logika hanya salah satu dari sekian banyak metode yang digunakan untuk menimbang permasalahan manusia. Untuk hal yang sudah jelas jluntrungannya, logika mungkin terasa pas sebagai senjata analisis. Tapi untuk menganalisis sesuatu yang bernama perasaan ? jangan harap. Logika dan fakta di lapangan punya identitas masing-masing untuk membuktikan mana yang menang dan mana yang kalah, atau bahkan, terkadang keduanya malah tak menemukan titik simpulnya. Ah, untuk awal perbincangan kita, tak usahlah kau pedulikan cerocosku, Kawan. Itu cuma sekedar basa-basi, cuma sekedar pengantar makan angin.
Kau tahu, Kawan. Istriku sedang hamil tiga bulan. Kehamilannya adalah kali yang pertama.
Kenapa ? bahagia ?!!
Oh ya, tentu saja kehamilan ini sangat membahagian kami terlebih istriku. Kamu yang belum menikah harus tahu, Kawan. Bagi seorang perempuan, mengetahui kehamilannya sama saja memperoleh kartupos dari surga. Begitu menggembirakan, tentu sebagai perempuan ia merasa tergenapi fungsinya.
Kuingat saat pertama kali dokter Markun menyatakan bahwa istriku positif hamil. Ya, dokter Markun adalah dokter keluarga kami. Sosoknya tinggi jangkung, bergigi rapi, berkaca mata tebal, bermata cekung seperti siput sawah. Aku ingat betul saat dokter itu memberikan ucapan selamat dengan senyum teramat lebar. Ya, sangat-sangat lebar hingga lesung pipitnya tertakik jelas.
Selamat, Bu. Selamat,”
Cuma itu kata-kata dokter Markun sambil cengar-cengir seperti monyet kelaparan menjumpai pisang. Setelah itu kau pasti tahu, Kawan. Istriku terpancing benak kewanitaannya. Energi penasaran mengalir spontan, ia pun menyambut kalimat dokter Markun dengan tatapan teduh berbinar.
“apa itu berarti saya positif hamil, Dok ?”
Tatapan istriku saat itu tak beranjak menunggu kalimat dokter Markun
“ya, Ibu positif hamil,”
“Alhamdulillah, ya Allah .. Mas, aku akan jadi Ibu, Mas. Aku sebentar lagi jadi Ibu,”
Dipeluknya aku. Dic…
Gadis Desa
21
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 93 Episodes
Comments