Prang! Prang!
Terdengar suara benda pecah di ruang makan. Gara segera berlari dan melihat apa yang terjadi. Rupanya ibunya terhuyung-huyung dan jatuh dengan posisi bersandar.
Para pelayan di rumahnya tampak berlarian menuju ke ruang makan dan membantu nyonya rumahnya untuk berdiri. Tanpa pikir panjang lagi, Gara segera menghampirinya dan mengangkat tubuh ibunya.
"Bantu aku menyiapkan kotak P3K!" seru Gara sambil membawa ibunya dengan cepat.
"Baik, Tuan."
Seorang pelayan mengikutinya dan membantu untuk membukakan pintu. Sementara yang lain mengambil kotak P3K dan menyiapkan minuman untuk ibu Gara.
Gara memberikan pertolongan pertama untuk ibunya dengan menggosokkan minyak angin di telapak tangan dan kakinya. Setelah itu dia meletakkan minyak angin yang terbuka di depan hidung ibunya.
"Bantu pijit kakinya!" perintah Gara pada salah seorang pelayan.
"Baik, Tuan."
Perlahan tubuh Sarah yang semula dingin mulai menghangat. Aroma minyak angin yang menyengat membuatnya menggeliat dan mendapatkan kembali kesadarannya.
Samar-samar Sarah mulai bisa melihat orang-orang yang mengelilinginya. Seulas senyum menghiasi wajah pucatnya ketika melihat putranya sedang duduk di hadapannya.
"Kamu sudah pulang, Sayang?" tanyanya lirih.
"Sudah, Ma. Apa yang mama rasakan saat ini? Kita ke dokter, ya, Ma?" Gara memegang tangan Sarah.
Wajahnya terlihat sangat sedih melihat kondisi ibunya.
Sarah menggeleng lalu berkata, "Tidak perlu, Sayang. Mama hanya kelelahan saja. Beberapa hari ini mama lembur, jadi kemungkinan hanya kurang tidur."
"Mbak tolong minumnya!" Gara meminta pelayan untuk mengambilkan minum yang sudah mereka siapkan sebelumnya.
Sarah mencoba bangun dan tidur dengan setengah duduk agar bisa minum. Seorang pelayan membantunya hingga dia merasa nyaman.
"Terimakasih. Kalian boleh kembali beristirahat." Sarah mengucapkan terimakasih pada para pelayannya dan meminta mereka beristirahat mengingat hari sudah gelap.
"Baik, Nyonya. Jika membutuhkan sesuatu, Nyonya bisa memanggil kami."
…
I'M Not A Game
Bab 9. Brokenhome
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 46 Episodes
Comments