Gara menuangkan dua gelas air putih karena dia juga merasa haus. Dia tidak meminumnya di tempat dan memilih membawanya serta bersama minuman Nabila.
"Kalau kamu mau, ada kopi, coklat dan teh juga di dalam toples kaca itu," tunjuk Nabila.
Gara menggeleng lalu berkata, "Lain kali saja."
Gara menyerahkan segelas air putih untuk Nabila kemudian duduk di sampingnya. Mereka menenggak minumannya masing-masing hingga tandas.
"Berbaringlah! Lo butuh banyak istirahat. Selama ada gue di sini, lo tinggal bilang aja kalau butuh sesuatu."
Nabila tertawa kecil mendengar ucapan Gara. Sebenarnya dia takut untuk menyinggung perasaannya tetapi dia tidak bisa menahannya.
"Lo ngetawain gue?" Gara menatap tajam ke arah Nabila dan sontak membuatnya terdiam seketika.
"Sorry, aku merasa lucu aja. Aku merasa menjadi seorang putri yang dilayani oleh pangeran sekolah." Nabila merasa was-was ketika mendapati wajah datar Gara yang nyaris tak berekspresi.
"Hmmh!" Suara dengusan Gara terdengar begitu jelas.
"Waktu pertama kali bertemu, aku pikir kamu penjahat. Aku terlalu berani malam itu saat membawa orang yang tidak kukenal masuk ke kamarku." Nabila teringat pertemuan pertamanya dengan Gara.
Secara mendadak Gara memeluk Nabila. Dia bukan seorang pria yang pandai bermain kata untuk mengungkapkan perasaannya. Jika dia tidak bertemu dengan Nabila malam itu mungkin saat ini dia tidak ada lagi di dunia.
Nabila diam mematung karena tubuhnya tidak bisa bergerak. Dia hanya bisa pasrah menerima perlakuan Gara.
"Ra!" panggil Nabila.
"Diamlah!" Gara belum berniat untuk melepaskan pelukannya.
Nabila mengerucutkan bibirnya dan menghembuskan nafasnya dengan kencang. Pelukan erat Gara membuatnya tidak nyaman. Namun, dia tidak berani untuk meminta Gara melepaskannya.
Ponsel Gara berdering menandakan sebuah panggilan masuk. Secara otomatis Gara melepaskan pelukannya pada Nabila dan mengangkat ponselnya. Setelah berbicara sebentar dia berdiri lalu berjalan keluar kamar.
'Huuhh! Akhirnya aku bisa terlepas dari pe…
I'M Not A Game
Bab 27. Lapar
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 46 Episodes
Comments