Malam itu, Gara terpaksa tidur di kos Nabila lagi. Setelah mengobati lukanya, Nabila tidur di kasur utama dan Gara tidur di kasur lipat yang tipis.
Pikiran Gara yang kacau membuatnya sulit untuk memejamkan matanya, berbeda dengan Nabila yang tidur dengan mudahnya. Di luar hujan masih turun dengan derasnya, jika tidak mungkin Gara sudah pergi keluar.
Untuk mengusir kejenuhannya, Gara mengambil ponsel untuk dimainkan. Namun, semuanya urung dilakukannya karena tertarik pada hal lain. Nabila tidur dengan tenang dan terlihat begitu cantik saat terlelap.
Gara berjalan mendekatinya lalu duduk di sampingnya. Tangan kanannya mengulur ke depan dan menyentuh pipi Nabila. Jantungnya berdegub dengan sangat kencang saat dan membuatnya tidak kuasa lagi berada di dekat Nabila lebih lama.
'Nab, lo cantik banget. Gue adalah pria normal. Walaupun nggak berniat macem-macem sama lo, tetap saja gue tersiksa buat nahan diri.'
Gara menarik tangannya dari wajah Nabila tetapi tanpa diduga Nabila malah memeluknya.
"Mama, Nabila rindu," gumam Nabila.
Matanya masih terpejam tetapi genggaman tangannya begitu erat. Gara tidak bisa berkutik karena tidak ingin membuat Nabila terbangun.
'Mampus gue! Kalau sampai Nabil tau, dia pasti akan berpikir macam-macam. Lebih baik gue di sini dulu sampai dia melepaskan tangan gue.'
Berdiam diri tanpa bergerak sedikitpun membuat Gara merasa bosan. Perlahan rasa kantuk pun datang merayap dan membuatnya terlelap. Secara sadar dia berbaring di samping Nabila dan menunggu hingga pegangan tangannya terlepas.
'Masa bodoh jika Nabil terbangun dan tahu jika gue tidur di sampingnya. Gue tinggal nyari alasan saja.'
Malam itu mereka akhirnya tidur dan berbagi tempat tidur. Tanpa sadar, Nabila memeluk Gara dengan erat. Gara yang semula mengantuk menjadi tidak bisa tidur.
'Astaga! Untung iman gue kuat, Nab. Coba lo begini ke cowok lain, sudah habis lo. Gue nggak bisa lama-lama seperti ini. Secepatnya gue harus balik.' Gara berusaha menguasai dirinya dan berpikir secara norm…
I'M Not A Game
Bab 17. Kemelut
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 46 Episodes
Comments