Gerbang rumah Gara terbuka secara otomatis ketika mobil yang mereka kendarai tiba di depan pintu. Pak iman sudah membawa remote yang terkoneksi dengan gerbang sehingga memudahkannya untuk masuk. Satpam yang berjaga tidak selalu sigap saat mobil mereka datang sehingga Gerald mengantisipasinya dengan remote yang bekerja secara otomatis.
Mobil Gara memasuki halaman yang begitu luas. Garasi yang terbuka menampakkan deretan mobil mewah yang berjajar rapi. Hingga mobil berhenti, Nabila masih tertegun dengan pemandangan di sekelilingnya.
Rumah mewah Gara mengukuhkan bukti bahwa keluarganya sangat kaya. Wajah Nabila terlihat tidak nyaman. Kehidupan mereka jauh berbeda dan teringat betapa konyolnya dirinya saat membawa Gara menginap di kontrakan kecil miliknya.
"Kita turun sekarang, Nab," ucap Gara menyadarkan Nabila yang masih terbengong.
Pak Iman sudah membukakan pintu sejak beberapa detik yang lalu. Nabila yang syok tidak menyadarinya hingga Gara menegurnya.
"Ah, I-iya, maaf." Nabila turun lebih dulu lalu membantu Gara keluar.
Merasa ada kesempatan untuk bermanja, Gara pun memanfaatkannya. Tangannya memeluk bahu Nabila dan berpura-pura lemah. Sebenarnya rasa sakit di kepalanya sudah mereda.
Kaki Nabila gemetar saat melangkah memasuki kediaman Gara. Ruang tamu yang begitu luas membuatnya terpana. Gara terus membawanya berjalan seolah tahu akan keragu-raguan Nabila.
"Kamarku ada di atas," ucap Gara di sela-sela langkahnya.
Nabila tidak menjawab. Semua yang dia lihat terasa begitu mengejutkan. Dia merasa sangat kecil di hadapan Gara.
Langkah kaki mereka berhenti di depan sebuah pintu. Gara membukannya tanpa melepaskan rangkulannya di bahu Nabila. Lagi-lagi Nabila dipaksa untuk mengagumi kemewahan yang ada di depannya.
'Astaga! Ini kamar atau rumah. Luasnya mungkin sepuluh kali lipat dibanding dengan kamarku di rumah.' Nabila berdecak dalam hati.
"Nab, kepalaku agak pusing." Gara kembali berakting.
"Ah, iya. Aku akan membantumu berbaring." Nabila yang sebelumnya melamun terli…
I'M Not A Game
Bab 22. First Kiss
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 46 Episodes
Comments