'Gue yakin akan muncul para penjilat dan orang-orang yang suka mencari muka untuk menyambutku. Sama sekali gue nggak tertarik untuk meladeni mereka tetapi gue masih membutuhkan informasi dari mereka.' Gara melihat ke sekeliling dengan mata elangnya.
Pak Iman memarkirkan mobilnya setelah membukakan pintu untuk Gara. Dalam hati dia berdoa agar majikannya itu bisa melakukan pekerjaannya dengan baik.
Ketika memasuki lobi, Gara disambut oleh seorang karyawati. Dengan sopan dia menawarkan diri untuk membawakan tasnya tetapi Gara menolaknya. Tidak lama kemudian datang seorang yang dikenalnya, Pak Theo, asisten pribadi ayahnya.
"Selamat pagi, Tuan!" sapa Theo.
Wajahnya terlihat sangat senang ketika melihat kehadiran Gara. Berkas-berkas penting untuk hari ini berada di tangan Gerald. Theo sangat senang ketika melihat map yang berisikan berkas itu dibawa oleh Gara.
"Selamat pagi, Pak Theo! Bisa tolong bawakan ini!" Gara mengangkat map dan tas milik ayahnya.
"Dengan senang hati, Tuan. Mari!"
Setelah mengambil barang bawaan Gara, Theo mempersilakannya untuk berjalan di depan. Walaupun tidak sering, Gara pernah pergi ke kantor ayahnya dan tahu di mana ruangannya. Dia juga tahu di mana ruangan ibunya.
Seperti yang dia perkirakan sebelumnya, banyak sekali karyawan yang mencari perhatiannya. Mereka menyapanya dengan sopan dan terlihat sedang membawa pekerjaan. Kelihatannya sangat rajin tetapi Gara merasa jika apa yang mereka lakukan justru malah terlihat konyol.
Setelah memasuki lift, Gara menekan tombol angka menuju ke lantai yang akan mereka tuju. Di jam kerja, mereka tidak perlu mengantri karena karyawan sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
"Pak Theo, apakah jadwal ayah dan ibu hari ini?" tanya Gara.
Theo terlihat kebingungan untuk menjawab. Sebelum kedatangan Gara, Laeli telah mengatur semuanya. Sebagai sekretaris pribadi Gerald dia merasa tahu segalanya.
"Em, itu ... em ...."
Gara menoleh ke arah Theo dan menatapnya tajam. Gelagatnya yang tidak biasa itu mengundang rasa pe…
I'M Not A Game
Bab 19. Di Kantor
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 46 Episodes
Comments