Nabila tidak mengatakan apa pun dan menurut saja ketika Gara membawanya pergi. Saat melintas di depan Leny, dia ingin mengatakan sesuatu tetapi Gara tidak memberinya kesempatan untuk berhenti.
"Aku bilang dulu sama Leny," ujar Nabila sebelum mereka terlalu jauh berjalan.
"Buat apa? Gue yang akan menemanimu, nggak perlu yang lain."
Tidak ada celah bagi Nabila untuk membuat sebuah alasan. Dia hanya bisa pasrah dan mengikuti kemauan Gara.
'Aku tidak mungkin jatuh cinta secepat ini pada Gara. Entah kenapa aku tidak sanggup untuk menolak keinginannya.'
Gara membawa Nabila ke taman yang berada di tengah-tengah antara kelas IPA dan IPS. Tempat ini berbeda dengan taman yang pernah dia kunjungi bersama Leny. Mereka duduk di sebuah bangku yang menghadap ke perpustakaan.
"Napa lo nggak milih ke perpus aja?" tanya Gara sambil melirik ke arah Nabila yang sedang membuka-buka bukunya.
"Tidak. Aku pergi ke perpus kalau ingin meminjam buku aja."
Gara mengangguk dan kembali terdiam. Dia tidak ingin mengganggu Nabila yang sedang fokus membaca. Walaupun orang-orang di sekitarnya memperhatikannya, Gara terlihat acuh.
Sebenarnya Nabila hanya berpura-pura serius membaca padahal sebenarnya dia merasa tidak nyaman duduk berdekatan dengan Gara. Setiap kali mengangkat wajahnya, para murid wanita memberinya tatapan aneh. Mereka seperti ingin menelannya bulat-bulat.
"Kamu tidak belajar?" tanya Nabila berbasa-basi.
Gara tidak menjawab.
Merasa penasaran dengan apa yang dilakukannya, Nabila pun menoleh padanya. Ternyata Gara tertidur dalam posisi duduk. Posisinya terlihat tidak nyaman sehingga membuat Nabila merasa iba.
Betapa terkejut dirinya saat akan memegang kepala Gara untuk membantunya tidur dengan nyaman. Gara tiba-tiba membuka mata dan melihatnya begitu dekat dengan wajahnya.
'Anjir! Nih, cewek cantik banget kalau dilihat dari dekat. Ngomong-ngomong dia mau ngapain, ya? Nggak mungkin kan dia mau nyium gue.' Gara menelan ludah saat melihat bibir Nabila.
"Jangan salah paham! Aku…
I'M Not A Game
Bab 14. Salah Sangka
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 46 Episodes
Comments