Siang menjelang sore itu akhirnya Mariska di operasi. Sebelum operasi di lakukan, gadis berambut coklat tersebut masih sempat mengatakan suatu hal yang membuat Rubiana dan Teuku Rizal syok.
"Setelah bayi itu berhasil di ambil dari perutku, tolong bawa jauh jauh. Aku tidak ingin melihat wajahnya" ucapnya. "Dan jangan pernah berikan kabar apapun padaku mengenai keberadaannya. Aku serahkan dia sepenuhnya kepadamu, Lif" imbuhnya dengan tenang seolah tak ada penyesalan akan berpisah dengan darah dagingnya.
"Baik. Karena kamu sendiri yang memintanya maka jangan pernah berharap untuk melihatnya kapan pun. Kami pastikan akan merawatnya dengan sepenuh hati. Dan semoga kamu tidak akan menyesali keputusanmu ini!" Tukas Rubiana yang begitu dongkol kepada Mariska.
Selama 1 jam operasi di lakukan. Dan setelah itu seorang suster membawa seorang bayi yang begitu kecil dan tampak pucat menuju ruang inkubator. Ya, bayi laki laki itu terlahir secara prematur makanya harus di pindah ke ruang khusus untuk mendapat perawatan intensif.
"Masya Allah... Itu cucu kita, Yah? Kasihan sekali dia tidak di akui ibunya sendiri" Rubiana mengikuti suster tadi ke ruangan khusus baby namun tak di perbolehkan masuk hanya melihat dari dinding kaca yang tembus ke ruangan tersebut.
Teuku Rizal hanya menarik napasnya yang terasa sesak karena melihat bayi itu yang sepertinya kurang sehat sejak di lahirkan.
"Bunda janji akan merawatnya sebaik mungkin biar dia tumbuh sehat dan kuat. Tangan Bunda sendiri yang akan membesarkannya" lanjut Rubiana berlinang air mata.
Tiba tiba suster yang tadi memasang alat di box Baby ken panik dan keluar untuk memanggil Dokter.
Rubiana pun terkejut dan mencegah suster yang hampir berlari tersebut.
" Ada apa, Sus? Cucu saya kenapa?"tanyanya tak sabaran.
"M-mm..Maaf, Nyonya Bayi itu tiba tiba kejang. Saya harus memberitau Dokter supaya cepat di tangani" setelah itu suster tersebut berlari meninggalkan Rubiana dan suaminya yang terlihat pucat.
" Ya Allah...Tolong selamatkan cucu k…
You'Re My Destiny
Tidak Peduli
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 55 Episodes
Comments