Ikhlas

Semenjak pulang dari rumah sakit dan mendengar diagnosa dari dokter, wajah Dila menjadi lebih murung karena memikirkan sakitnya yang semakin serius juga memikirkan biaya yang entah dari mana akan dia dapatkan.

Lama Dila termenung di kamar padahal waktu sudah memasuki dini hari dan dia belum juga memejamkan mata.

Keesokan paginya suara alarm membangunkannya. Dila bangkit lalu mencuci wajah serta menggosok giginya dan selanjutnya dia bergegas ke dapur untuk menyiapkan bubur Ken serta membuat sarapan untuk sang majikan.

Dila memulai aktivitasnya dengan ceria hari ini. Setelah berpikir lama tadi malam akhirnya dia mendapat satu kesimpulan yakni menerima saja takdirnya saat ini dengan ikhlas.

Jika memang dia tidak bisa mendapatkan biaya untuk operasinya, maka biarkan saja. Dia tak mau lagi menambah bebannya dengan memikirkan hal yang bisa menambah penyakit baginya. Dia sudah bertekad akan menjalaninya saja laksana air mengalir.

Dila menata sarapan di atas meja sambil bersenandung kecil, dia tidak sadar jika Alif sudah turun dari 5 menit yang lalu dan mengerutkan dahinya melihat sikapnya yang berbeda dari sebelumnya.

"Ekheem.. "

Alif berdehem membuat Dila menoleh ke arah suara.

"Selamat pagi, Tuan. Anda sudah bangun? Mau kopi atau teh? " sapa Dila dengan menyunggingkan senyum lebar.

Mulut Alif menganga lebar, matanya sampai mengerjap untuk memastikan apakah yang di hadapannya ini baby sitternya atau orang lain?

"Tuan.. "

Dila melambai - lambaikan tangannya di depan wajah Alif yang malah bengong.

"Ah.. Ekhem... Kau sudah membuat sarapan? " ucap Alif mendadak gugup.

"Sudah, Tuan. Anda mau di buatkan kopi atau teh? " tanya Dila mengulang pertanyaannya tadi.

"Kopi" jawab Alif sambil menarik kursi di depannya.

"Saya buatkan teh hijau saja ya,Tuan, tidak bagus minum kopi pagi - pagi" balas Dila malah mendebat.

"Ck... Sejak kapan kau mulai mengatur makanan dan minuman ku? Selama ini aku sudah terbiasa minum kopi tiap pagi, tapi badan ku baik - baik saja" ucap Alif…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

sendy kiki

sendy kiki

aku sedih y dengan Dilla 😭😭😭😭. semoga saja Alif bisa tahu dengan keadaan Dilla sebenarnya sebelum kontrak itu habis..jangan ada penyesalan. semoga ceritanya akhir bahagia.. buat gemoy Ken. aku kasih hadiah bunga 🌹🌹🌹🌹 biar rajin up

2023-07-08

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!