Entah mengapa Alif seketika merasa kesal karena seakan keberadaannya tidak di hiraukan oleh Dila maupun Dokter Alvian.
Yang membuatnya makin meradang adalah melihat Dila yang memberikan senyum kepada Dokter tersebut dengan mudah. Sementara kepadanya tidak pernah sama sekali gadis itu mengulas senyum, yang ada malah tiap hari memasang wajah datar dan juga penuh tekanan.
"Ekheem... "
Sengaja ia berdehem keras untuk mengurai interaksi antara dua insan di hadapannya yang seperti pengantin baru karena terlihat malu malu.
"Ah.. Ternyata kau di sini." ucap Dokter Alvian menoleh pada Alif sambil menggaruk tengkuknya.
"Aku di sini sedari tadi" Alif makin meradang karena ternyata Dokter itu memang menganggapnya seperti angin saja dari tadi.
"Ohya?" Dokter Alvian menanggapi dengan acuh. "Aku memberikan dia vitamin penambah darah sekaligus penambah tenaga karena ku lihat dia begitu kelelahan. Harusnya kau sebagai majikan lebih memperhatikan keadaan pengasuh anak mu, jangan sampai dia tumbang" peringatnya enteng.
"Cuih... Jika kau sudah selesai memeriksa Ken sebaiknya segera tinggalkan tempat ini. Aku sangat lelah dan tidak bisa menemani mu lama lama" sarkas Alif ketus. Dia begitu tidak suka karena sudah dua kali Dokter itu memperlihatkan perhatiannya kepada Dila di hadapannya, dan entah mengapa juga dia kesal melihatnya.
"Hey, Bung.. Kau mengusir ku begitu saja setelah keperluan mu selesai? Tidak kah ada niat untuk menawarkan segelas air? Tenggorokan ku kering karena harus berlari kemari buru - buru" ucap Dokter Alvian kesal.
"Ck.. Kau bisa minum di rumah mu nanti. Sekarang pergi lah, aku ingin segera istirahat. Kau sudah betul memeriksa Ken, bukan? awas saja kalau salah" Alif berdecak menanggapi Alvian yang sepertinya masih ingin berlama - lama di rumahnya.
"Saya akan membuatkan minuman untuk Anda, Dokter. Mari ikut saya ke ruang tengah" sela Dila di tengah perdebatan kecil dua pria dewasa itu.
Alif dan Alvian menoleh serentak ke arah suara dengan ekspresi berbeda. Alif denga…
You'Re My Destiny
Rencana Stevy
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 55 Episodes
Comments