"Arghhh...! Kenapa aku selalu terbayang wajah sayunya itu? Apa aku kelewatan ketika membentaknya tadi? " erang Alif sambil meremas rambutnya.
Dia teringat wajah sendu dan ketakutan Dila setelah di bentak karena kejadian Ken yang tersedak biji kacang.
Entah mengapa akhir - akhir ini dia mudah sekali merasa bersalah ketika habis memarahi Dila. Padahal, dulunya dia biasa melakukannya bahkan berkata kasar dan ketus sekaligus namun tak terlalu di pikirkannya.
"Mungkin dia melakukan itu untuk mendapat perhatian dari ku saja. Huh.. Gadis udik, aku tidak akan tertipu dengan wajah sok polos mu itu. Mungkin kedua orang tua ku boleh kau kelabui sehingga mereka mendesak ku menikahi mu. Tapi, ingatlah aku tidak akan membuat apapun yang kau rencanakan masuk ke dalam keluarga ku menjadi berhasil" monolognya berprasangka buruk kepada Dila demi mengusir perasaan aneh di dalam dadanya.
Entah apa yang meracuni pikirannya sehingga dia begitu benci kepada Dila, padahal gadis itu tidak pernah mencari masalah dengannya.
"Sarapan sudah siap? " tanya Alif pagi itu ketika turun ke bawah dengan pakaian kantornya. Dia memasang wajah dingin demi menjaga jarak dengan Dila.
"Sudah, Tuan. Sudah saya siapkan di meja makan." jawab Dila cuek sambil menyuapi Ken.
"Hmm.. Hati- hati menyuapi anak ku, jangan sampai di tersedak lagi" ucapnya sinis.
"Baik, Tuan" jawab Dila singkat dan patuh.
Alif mengelus puncak kepala Ken dan mendaratkan ciuman di pipi anak itu yang sudah mulai menggembul. " Makan yang banyak ya, Nak. " ucapnya lembut.
Karena pagi ini ada jadwal rapat yang harus di hadirinya membuatnya tak sempat berlama - lama bercengkrama bersama sang anak. Ia pun menuju meja makan dan melihat sudah ada sepotong sandwich dan juga kopi hitam yang masih mengepul di sana.
Alif duduk dan menggigit sandwich tersebut. Rasanya begitu nikmat dan dia belum pernah merasakan sandwich seenak itu selama ini. Padahal isinya hanya telur di campur saus saja. Tidak ada daging maupun keju , namun rasanya spesial di lidah…
You'Re My Destiny
Merasa Nyaman
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 55 Episodes
Comments