Kalimat Pertama

Hari sudah gelap tapi Dila masih enggan bangkit dari tempatnya di sudut taman yang agak tersembunyi.

Banyak pikirannya saat ini termasuk biaya untuk operasinya yang sudah di berikannya kepada sang ibu. Belum lagi di rumah yang saat ini ia tempati sudah tak aman lagi karena Alif yang sudah dua kali berani menyentuhnya dalam keadaan pria itu tidak sadar.

Dila menghela napasnya panjang. " Apa yang harus ku lakukan? Pria itu membuat ku semakin tidak nyaman tinggal di sini" keluhnya menggumam.

Suara adzan magrib sayup sayup terdengar di telinganya membuatnya mau tak mau meninggalkan tempat tersebut.

Dila mengendap -endap masuk ke dalam lewat pintu samping. Langkah kakinya bahkan tidak kedengaran saking pelannya dia berjalan supaya tidak ketahuan Alif jika pria itu berada di ruang tamu.

Dila menghembuskan napas lega saat melihat ruang tengah yang kosong meski lampu sudah menyala, mungkin Alif yang menyalakannya.

Suara dengkuran halus terdengar ketika Dila masuk ke kamar dan melihat posisi Ken yang masih tertidur pulas dengan selimut yang sudah terlempar jauh dari tubuhnya.

"Makin lama tidur mu makin lasak ya, Ken"ucapnya tersenyum sembari menyelimuti Ken kembali lalu dia ke kamar mandi.

Sementara di luar kamar, Alif memandangi pintu kamar Ken dengan hati gelisah. Tadi dia sengaja bersembunyi di balik tembok karena melihat Dila yang sepertinya takut takut masuk rumah serta gadis itu celingukan seolah berjaga - jaga.

Perasaan bersalah Alif makin besar terhadap Dila karena ternyata sudah dua kali dia mencium gadis itu secara paksa. Ya, Alif sudah melihat CCTV ketika dia pulang dalam keadaan mabuk malam itu dan mencium Dila hingga berakhir tidur di sofa.

Dalam hatinya ia memuji kehebatan Dila menjaga dirinya dalam melawan orang mabuk. Padahal, jika di lihat - lihat tubuh gadis itu begitu kurus dan kecil , tapi dia sanggup menumbangkan Alif yang berbadan dua kali lebih besar darinya dan dalam keadaan mabuk pula.

Keesokan harinya Alif sengaja terlambat berangkat ke kantor. Dia…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!