Rubiana merawat cucunya dengan penuh kasih sayang.
Tepat seminggu akhirnya Alif datang dalam keadaan kacau. Wajahnya tak terurus sama sekali.
"Apa yang terjadi padamu,Lif? Kenapa kacau sekali penampilanmu?" Cecar Rubiana ketika putranya itu baru saja memasuki rumah mewah mereka.
" Aku hanya kelelahan, Bunda. Aku ingin istirahat sebentar" Alif melanggang memasuki kamarnya di lantai 2. Tak sedikit pun ia menanyakan anaknya atau berniat melihatnya sebentar saja.
Rubiana hanya melihat tingkah anaknya yang semakin menjadi dingin dan kaku semenjak kehadiran cucunya.
Malam harinya mereka bertiga makan bersama.
"Kemana saja kamu seminggu ini,Lif?" Tanya Teuku Rizal yang tak sabar lagi untuk menginterogasi anaknya yang main kabur saja setelah kepergian Mariska dari rumah sakit waktu itu.
"Aku ada pekerjaan di luar kota, Yah" jawab Alif datar.
"Apa pekerjaanmu itu lebih penting dari pada anakmu? Kau meninggalkannya begitu saja setelah dia lahir dan tak sekali pun melihatnya?" Ucap Teuku Rizal geram karena melihat Alif seperti ogah ogahan menjawab ucapannya.
"Iya. Karena ini menyangkut masa depanku" lagi lagi Alif menjawab santai sambil terus menyantap makanan di piringnya.
"Lalu, apa anakmu itu tidak penting untuk masa depanmu,hah?" Suara Teuku Rizal sudah mulai meninggi membuat Rubiana yang dari tadi jadi pendengar saja merasa khawatir.
"Memangnya kenapa dengan anakku? Dia kelihatan baik baik saja, 'kan?"
"Alif, sebaiknya lihat dulu anakmu. Kasihan sekali dia sejak lahir tidak melihat ayah dan ibunya. Keadaannya juga tidak baik baik saja" kali ini Rubiana yang menjawab. Wanita itu berucap lembut kepada anaknya.
"Kenapa dengan dia, Bunda? Apa ada masalah?" Tanya Alif terlihat sedikit khawatir.
Rubiana meletakkan sendoknya di piring dan menghela napas kasar.
"Dia sering sesak dan juga tiba tiba kejang seperti yang di alaminya ketika baru lahir dulu" ucapnya memberitau keadaan cucunya.
"Kalau keadaannya seperti itu, kenapa langsung di bawa pulang? Harusnya biarkan di rawat di…
You'Re My Destiny
Kecewanya Alif
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 55 Episodes
Comments