Apa yang di rasakan Alif tidak jauh berbeda dengan Dila. Tubuhnya bagai tersengat listrik ribuan volt hingga tubuhnya pun memaku di tempat dengan mata yang terus menatap Dila.
Suara gelak Ken membuat keduanya tersadar. Dila segera menggeser tubuhnya menjauh sambil pura- pura menyeka wajah Ken yang basah akibat susu.
Sementara Alif, dia segera pergi tanpa pamit dan sarapan terlebih dulu.
Setibanya di mobil, Alif memegangi dadanya yang berdegup kencang di sertai desiran aneh dalam darahnya. Dia belum pernah menyentuh seorang wanita sebelumnya secara sadar, dan kejadian tadi itu adalah yang pertama baginya membuatnya merasa sungguh berdebar.
Seharian ini, Alif tidak fokus bekerja. Bayangan tadi terus mengganggu pikirannya.
"Perasaan apa ini? Kenapa terus berdebar tak karuan?" gumamnya meletakkan tangan di dada yang terus berdebar.
Akhirnya hari itu di laluinya dengan banyak mengumpati diri sendiri dan enggan untuk pulang karena tidak ingin bertemu Dila.
Sementara di rumah, sejak makan siang tadi Dila tidak keluar kamar sebab perutnya begitu nyeri dan kebas di beberapa anggota tubuhnya.
Kepalanya nyut- nyutan lagi, Dila mengambil ponselnya untuk mengecek apakah hal yang di alaminya akhir -akhir ini terkait dengan gejala penyakitnya.
Degup jantung Dila serasa berhenti berdetak ketika mengklik salah satu hasil pencariannya mengatakan semua yang di alaminya sama dengan yang di katakan artikel tersebut.
"Astaghfirullah.. Bagaimana ini? Apakah aku akan berakhir karena penyakit ini?" isaknya menutup mulut.
"Bagaimana ini, Ken? Tante mungkin tidak bisa mengasuh mu lebih lama lagi. Mungkin juga tante tidak akan berjumpa lagi dengan mu. Maafkan tante ya, bukan ingin tante meninggalkan mu. Kamu harus sehat dan tumbuh dengan baik ya, sayang. Nanti pasti papa akan mencarikan pengasuh baru buatmu yang pastinya lebih baik dan layak dari tante" ucap Dila sendu sambil menatapi wajah Ken yang sedang memainkan jarinya di mulut.
Memikirkan jika tidak akan mungkin dia bertahan lebih lama…
You'Re My Destiny
Pamit
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 55 Episodes
Comments