Akhirnya pagi itu juga Alif membawa pulang Dila dan Ken ke rumah orang tuanya. Seolah tau akan di bawa ke tempat dimana awalnya dia berada, Ken begitu tenang dalam perjalanan dengan tidur terlelap dalam pangkuan Dila.
Wajah Dila masih terlihat pucat karena tidak tidur tadi malam ditambah pagi ini dia juga belum sarapan membuat tubuhnya lemas. Dia berniat akan tidur sepuasnya nanti di rumah setelah Alif pergi bekerja.
Namun, niatnya terkubur begitu saja ketika mobil Alif memasuki halaman luas itu, Bi Marni datang tergopoh gopoh dengan wajah berlinang air mata mendekat.
"Tuan, untung Anda datang. Bibi ingin minta izin untuk pulang kampung" ucapnya dengan derai air mata.
"Kenapa mau pulang kampung? " tanya Alif dengan wajah datarnya.
"Anak Bibi yang bungsu kecelakaan dan dia sedang di rumah sakit. Bibi harus melihatnya, tolong berikan Bibi libur ya, Tuan" pinta Bi Marni dengan sedih.
Alif diam sejenak seperti mempertimbangkan sesuatu.
"Baiklah. Kalian berdua bisa pulang" ujarnya datar.
"Benarkah? Minah juga boleh ikut pulang bersama Bibi? Lalu, bagaimana pekerjaan di rumah, Tuan? Siapa yang akan mengerjakannya? " Bi Marni masih memikirkan urusan rumah disaat dia sendiri sedang mempunyai masalah besar.
"Ada dia yang akan mengurusi pekerjaan rumah selama kalian di kampung." jawab Alif menunjuk Dila dengan dagunya. Ohya, kalian berdua bisa kembali kesini lagi nanti setelah orang tua saya kembali.Jadi, selama mereka belum pulang ke Indonesia kalian bisa menikmati waktu di kampung bersama keluarga"imbuhnya.
Dila yang mendengar hal itu sontak melotot. Bagaimana tidak, jika kedua ART itu pulang kampung itu artinya dia akan tinggal bertiga saja dengan Alif di rumah sebesar itu.
Dila bukan mempermasalahkan akan mengerjakan semua urusan di rumah itu, dia hanya tidak nyaman karena tidak ada teman untuk bicara nantinya.
"Ma_maksudnya, Tuan? Apa kami berdua di pecat? " tanya Bi Marni ketakutan.
"Bukan, Bi. Bibi hanya ku suruh istirahat sementara orang tuaku belum kembali ke sini.…
You'Re My Destiny
Bukan Robot.
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 55 Episodes
Comments