Pagi menjelang. Langit berwarna kemerahan pertanda sang Surya mulai kembali dari peraduannya. Burung-burung pun asyik bernyanyi mengiringi kicauan para tetangga yang keheranan melihat koyaknya dinding kamar pada sisi rumah kiyai Abdullah.
Ada banyak pertanyaan yang terlontar. Tanya mengapa, apa, siapa dan bagaimana menjadi menu besar sarapan pagi itu. Tak ayal lagi rumah kiyai Abdullah pun menjadi pusat perhatian.
Fachri berdiri di belakang jendela. Matanya membungkus kerumunan warga di sudut halaman rumahnya. Sesekali tangannya merapikan ujung rambut yang jatuh menutupi sudut matanya. Memanglah sudah beberapa purnama ini, ia membiarkan rambutnya sedikit panjang tak tersentuh alat cukur.
Fachri menghela nafas. Matanya tak lepas dari kian banyaknya kerumunan orang yang penasaran.
"Maafkan Neha, Kak..." ucap Neha yang sudah berdiri di belakang Fachri.
Laki-laki tampan itu tak langsung mengalihkan perhatiannya pada Neha. Ia masih saja menatapi kerumunan di luar sana. Merasa tak ditanggapi, Neha pun memutar tubuhnya dan bersiap berlalu. Namun niatnya itu urung, ketika suara Fachri terdengar.
"Bukan salah mu..." ucap Fachri dengan masih menatap ke luar.
Ada helaan nafas yang panjang. Helaan yang terasa cukup berat seakan ada himpitan dalam dadanya. Bukan hanya sekali, tapi dua atau tidak kali.
Sementara itu mendengar ucapan Fachri, Neha langsung memutar tubuhnya. Matanya menilik punggung laki-laki yang pernah menduduki hatinya itu. Manik matanya menyapu setiap lekuk tubuh laki-laki berpeci yang masih saja berdiri memunggunginya.
"Jika bukan aku, lalu siapa?" ucap Neha.
Suaranya sedikit bergetar dan terasa getir. Sebelah tangan perempuan cantik itu menyapu pipi putih yang masih terdapat Segores luka. Bulir bening itu tiada sanggup ia tahan lagi hingga akhirnya terjun bebas tanpa basa-basi lagi.
"Jika aku tidak meninggalkan mu tanpa status jelas, mungkin kau tidak akan dibebani tugas seberat itu. Dan mungkin kau tidak akan mengalami hal seburuk ini. Dan besar kemungkinan…
Laki-laki Penghuni Hutan Tanggamus
Episode 40. Siapa Dia...?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 46 Episodes
Comments