Neha menggeliat. Matanya mengerjap. Secercah cahaya menyapa matanya dari celah dedaunan. Neha duduk dengan susah payah. Sekujur tubuhnya terasa sakit. Terlebih ada beberapa luka dan memar di tubuhnya.
"Akh...." keluh Neha.
"Sudah bangun, Ndok...?"
Tanya seseorang dari arah belakang. Dari warna suaranya jelas jika ia seorang laki-laki. Neha pun langsung mengarah pada si empunya suara. Dan segera setelah itu, Neha pun mengumbar senyum khasnya.
"Pak Kunto...?" ucap Neha sumringah.
"Iya. Kau pikir siapa? Mertua jahat mu itu?" ucap Kunto.
"Hehe...." Neha tertawa.
Neha kemudian menatap Kunto. Ujung tatapannya menilik dari atas ke bawah, berulangkali. Neha merasa heran. Bagaimana mungkin Kunto bisa pulih secepat itu? Seingat Neha, kondisi Kunto terakhir terluka parah.
"Ini Kuasa Tuhan, Neha. Kita mendapat pertolongan-Nya melalui salah satu makhluk-Nya..." ucap Kunto seakan tahu yang ada dalam benak Neha.
"Makhluknya ? Siapa, Pak? Dan dimana ini?" ucap Neha yang baru tersadar keberadaannya.
"Sisi terang dari hutan Tanggamus..." ucap Kunto sekenanya.
Neha kian tak mengerti. Dahinya mengernyit. Kemudian Neha memutar tubuhnya perlahan seraya mengedarkan pandangannya. Ia menilik setiap sudut tempat itu. Tempat yang dipenuhi pepohonan rimbun, dengan langit berwarna biru. Di sekitarnya dikelilingi dinding bukit yang cukup tinggi. Tampak juga sungai berkelok yang mengalir berjarak beberapa langkah dari tempatnya berada. Neha tersenyum. Ia merasakan ketenangan.
Namun saat melihat sisi lain tempat tersebut, tepatnya daerah gelap di garis terluar Neha bergidik. Terbayang olehnya kengerian yang baru saja ia alami.
"Apa kau tidak ingin tahu kabar suami mu?" ucap Kunto sambil menepuk bahu Neha.
"Su-suami...? Ah, ya...kak Aabid" ucap Neha tersadar.
"Ikut aku..." ucap Kunto yang langsung diikuti Neha.
Hanya beberapa langkah saja, keduanya sampai di tepi sungai. Di dalam sungai ada beberapa laki-laki berpakaian serba putih dengan ikat kepala juga berwarna putih tengah melingkari sosok la…
Laki-laki Penghuni Hutan Tanggamus
Episode 14. Sisi Terang Hutan Tanggamus
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 46 Episodes
Comments