"Assalamu'alaikum....."
Sebuah suara menyapa telinga bersamaan dengan semilir angin yang berhembus. Dari suara yang dihasilkan, sukses membuat bulu kuduk meremang. Neha terdiam. Ia berusaha tak menggubris suara tersebut. Perempuan cantik itu tetap terus melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an.
"Assalamu'alaikum...."
Sekali lagi suara itu terdengar. Dan kali ini Neha sepertinya tak dapat mendiamkannya. Ia pun menoleh pada suatu arah yang ia duga sebagai sumber suara. Berharap ada di empunya suara di sana. Tapi nihil.
Neha tidak menemukan si empunya suara. Neha pun mencari ke sisi lain ruangan, namun hasilnya tetap sama. Neha tidak menemukan siapapun.
WUSH....
Mendadak ada hembusan angin yang menerpa wajah Neha. Hembusan itu telah menerbangkan ujung mukena yang dikenakan Neha sesaat. Juga sukses membuat Neha terkejut.
"Kau mencari ku..." ucap sebuah suara.
Dari arahnya, jelas berasal dari belakang Neha. Perempuan cantik itu spontan memutar tubuh. Rasa terkejut Neha yang belum usai, justru kini bertambah.
Berdiri sesosok laki-laki tampan dengan rambut ikal. Senyumnya pun begitu menawan. Mana Neha mengamati laki-laki itu.
"Wajahnya mirip kak Aabid. Tapi aku yakin dia bukan kak Aabid. Apakah dia makhluk penghuni hutan Tanggamus?" batin Neha.
"Apa kau tidak mengenaliku? Aku suami mu. Beberapa waktu lalu kita selalu berbagi ranjang. Apa kau lupa....?" ucap laki-laki itu.
"Aku bersama suami ku, bukan kau. Jadi pergilah aku tidak mengenal mu..."
"Haha...Aku akan pergi, tapi percayalah aku akan selalu datang kepadamu. Kenapa? Ehm, aku akan mengatakan sebuah rahasia yang hanya kita berdua mengetahuinya..."
Selepas mengatakan itu, dan sebelum mata berkedip, laki-laki itu sudah berada di dekat Neha. Ia pun mendekatkan bibirnya pada telinga Neha.
"Kau harum Neha. Keharuman tubuh mu dapat ku cium berpuluh-puluh kilometer sekalipun. Kenapa? Karena jabang bayi yang ada di perut mu itu. Dia anak ku..." ucap laki-laki itu bak berbisik bersamaan dengan semilir angin dingin yang baru saja…
Laki-laki Penghuni Hutan Tanggamus
Episode 24. Percayalah Neha. Dia anak ku...
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 46 Episodes
Comments