"Tak perlu dicari. Kiyai Abdullah sebenarnya tidak ada di sini. Itu hanya ruh nya saja. Jasadnya masih di pondok pesantren...." jelas Kunto.
Neha pun meng-o pendek. Kepalanya mengangguk sambil tersenyum tipis. Entah apa yang difikirkan perempuan cantik itu.
"Sudah. Jangan bengong. Nanti dipatok ayam loh..." canda Kunto.
"Hehe....bapak bisa saja"
"Kita bersiap sepertinya Aabid sudah selesai"
Mendengar itu, Neha langsung mengalihkan perhatiannya kepada Aabid yang baru saja keluar dari dalam sungai. Dan Neha pun menyaksikan keajaiban saat itu. Pakaian yang dipakai Aabid langsung kering, seiring hembusan angin hangat menerpa punggung Neha.
"Jangan berlebihan berada di dekat Aabid, karena ia bukan sepenuhnya suami mu...." bisik Kunto lirih.
Neha terdiam. Langkah dan kata yang sudah berada di ujung lidahnya mendadak hilang. Rona wajahnya pun berubah seketika. Ada getir yang menggerayangi hatinya. Neha menyimpan tangis. Ia tak tahu harus bagaimana untuk mengembalikan Aabid.
"Satu lagi. Jangan berinteraksi dengan laki-laki berpakaian putih itu. Jangan berkata apa pun, mengucapkan terima kasih pun jangan kau lakukan. Cukup menganggukkan kepala saja" ucap Kunto lirih.
"Kenapa...?" tanya Neha.
"Kau ingin tinggal di sini selamanya?"
"Apa...?!"
"Ssstt....! Kata-kata mu bagi mereka berarti kau membuka diri untuk dijadikan istri. Mau..."
"Ogah..." jawab Neha sambil melengos dengan cepat.
Kemudian Kunto melangkah menghampiri para laki-laki berpakaian serba putih itu. Bercakap-cakap sebentar dengan mereka. Sempat para laki-laki berpakaian serba putih itu menatap ke arah Neha. Dan hal tersebut Neha tanggapi dengan senyum dan anggukan kepala saja seperti yang dianjurkan Kunto.
Sejurus kemudian, Kunto sudah kembali melangkah ke arah Neha sambil memapah Aabid. Laki-laki tampan itu melangkah dengan gontai. Mata yang biasanya memancarkan kehangatan dan cinta kini berubah dingin. Aabid bak tak bernyawa.
Laki-laki tampan itu tak reaksi apapun saat menatap Neha, perempuan yang selama ini ia…
Laki-laki Penghuni Hutan Tanggamus
Episode 15. Sisi Terang Hutan Tanggamus
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 46 Episodes
Comments