Maryam menatap wajah cantik menantunya itu. Bibirnya pun menyunggingkan senyuman. Perempuan paruh baya itu mengetahui pasti kegamangan yang terlihat di kedua mata menantu cantiknya itu. Apa itu, Maryam tidak tahu pasti. Yang jelas ada kegelisahan yang tertangkap oleh mata tuanya itu.
"Kemarilah, Ndok. Kita makan dahulu" ucap Maryam.
"Oh, ya. Bu. Tapi Neha ingin ke kamar sebentar. Boleh, Bu..."
"Aabid juga, Bu. Mau mandi dahulu. Tapi baru meninjau perkebunan...."
"Ya, sudah. Ibu tunggu. Cepat. Sekalian ada yang ingin ibu sampaikan..."
Aabid dan Neha mengangguk mantap. Keduanya berjalan beriringan. Sesekali keduanya saling melempar senyum.
Tak sampai menghabiskan separuh dupa, Neha sudah kembali merajut doa dalam ibadahnya. Sementara Aabid, duduk pada sebuah kursi kayu berukir di sudut ruangan. Matanya menilik Neha yang khusyuk dalam ibadahnya. Namun ada kilat ketidaksukaan di ujung tatapannya saat menilik istri ketujuhnya itu. Hingga Neha menyudahi ibadahnya, barulah mimik wajah Aabid berubah kembali.
"Kakak tidak sholat...?" ucap Neha lirih sambil melepas mukena.
Ada cemas terasa di ucapan Neha. Ia khawatir suaminya itu akan tersinggung dengan ucapannya barusan. Kemudian Neha meraih tangan Aabid dan mengecup takzim punggung tangan laki-laki yang telah menikahinya itu. Mendapat perlakuan itu, Aabid menghela nafas. Ia tidak menolak atau bereaksi senang atas perlakuan Neha tersebut.
"Kau masih percaya dengan Tuhan mu itu?" ucap Aabid tiba-tiba.
Kata-kata Aabid barusan membuat Neha terkesiap. Ia tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Neha menatap wajah Aabid lekat. Menilik kedua matanya hingga jauh ke dalam. Neha penasaran apa sebenarnya maksud laki-laki tampan di hadapannya itu. Namun kemudian, Neha tersadar dengan beberapa kejadian yang ia alami. Neha menduga mungkin saja ini adalah pengaruh makhluk jahat yang ada dalam tubuh Aabid. Atau mungkin ada sesuatu yang luar biasa terjadi dan berujung pada kegoyahan iman.
Neha tersenyum. Bukannya menjawab pertanyaa…
Laki-laki Penghuni Hutan Tanggamus
Episode 7. Air Bunga
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 46 Episodes
Comments