Langit terang, tiada mendung. Awan putih berarak tipis. Entah sudah berapa lama Neha berada di hutan Tanggamus. Karena tik tok jam tidak berlaku di sana.
Neha masih melangkah mengekori Kunto dan Aabid. Kewaspadaannya terjaga hingga kepak kupu-kupu saja ia ketahui dengan cepat. Bahkan kerosak langkah asing di sisi gelap hutan Tanggamus pun dapat ia rasakan. Langkah yang kian lama kian ramai. Neha bergidik ketika ia menangkap ada sepasang mata yang memerhatikan mereka.
"Tetap di sisi terang, Ndok..." ingat Kunto.
"Baik, Pak..." ucap Neha.
Langkah pun terus seiring kian kuatnya getar dan pendar cahaya keris kembar yang ada Neha. Dan ketika pendar itu kian membesar, mau tidak mau Neha mengeluarkannya dari pembungkusnya seperti petunjuk Kunto. Terlebih saat itu mereka hampir memasuki sisi gelap hutan Tanggamus.
Tak lama kemudian, pendar cahaya keris pun menerangi langkah ketiganya yang kini mulai memasuki sisi gelap hutan Tanggamus. Kunto dan Neha begitu waspada. Mata keduanya beredar menilik sekitar. Hingga menghabiskan kira-kira satu dupa penuh, Ketiga masih aman di tengah hutan Tanggamus, walaupun bangsa lelembut selalu mengitari mereka. Semua berkat pendar dua keris kembar berpetuah itu.
Namun saat dupa kedua hampir habis, tiba-tiba saja muncul kepulan asap menghadap perjalanan mereka. Asap itu kian lama kian mengganggu pandangan. Neha berlari mendahului Kunto dan Aabid. Perempuan cantik itu menggenggam kedua keris dengan erat. Ia berjaga kiranya ada hal yang akan terjadi, maka ia sudah siap.
Asap masih mengepul, dan makin lama membentuk gumpalan tebal. Sejurus kemudian, dari balik gumpalan muncullah sosok-sosok berbadan besar dan tinggi. Kali ini berpakaian bak zaman kerajaan dahulu. jumlahnya cukup banyak. Wajahnya begitu keras dengan tatapan bak api membara.
Neha makin waspada saat dikelilingi prajurit Tanggamus, katakan saja begitu. Matanya hilir mudik menilik situasi sekitar.
Namun Alih-alih sudah menyiapkan jurus ampuh, tiba-tiba saja Neha terkesiap. Bagaimana…
Laki-laki Penghuni Hutan Tanggamus
Episode 16. Korban Ketujuh
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 46 Episodes
Comments