Seorang laki-laki berdiri di balik rimbunnya pepohonan tak jauh dari kediaman kiyai Abdullah. Laki-laki itu memakai pakaian serba hitam dan berikat kepala senada. Di tangannya menggantung cawan yang terus mengepulkan asap. Aroma wewangian pun semerbak menelisik indra penciuman ketika sang bayu menerbangkannya.
Laki-laki itu terus menilik rumah kiyai Abdullah. Tak sedikit pun ia melepaskan tatapan dari setiap sudut rumah itu.
"Kau akan segera aku miliki, Neha. Tunggulah saat Fachri menikahi Fatimah, disaat itu kita pun akan melanjutkan pernikahan kita yang tertunda dahulu..." ucap laki-laki itu.
Kemudian ia memejamkan matanya. Tangannya terentang bak tengah merasai sesuatu. Nafasnya begitu halus sehingga sulit ditafsirkan.
"Ah, Neha...aroma tubuhmu tercium oleh ku. Begitu harum dan menggoda jiwa ku untuk segera mencumbu mu" ucap laki-laki itu.
Laki-laki itu terus menghirup sesuatu yang ia rasakan sebagai aroma wangi tubuh Neha.
"Sejak lama aku sudah mengincar mu. Bahkan pernikahan mu dengan Aabid pun akulah yang mengaturnya. Itu semua agar aku bisa semakin dekat dan cepat menguasai diri mu melalui Aabid. Tapi siapa sangka Aabid jatuh hati padamu dan kau pun membalasnya dengan keikhlasan dan kasih sayang mu. Ah, sial....kau Aabid...!!" ucap lagi laki-laki itu.
Kemudian mendadak tiupan angin kencang bak menghempas tubuh laki-laki itu. Hempasan yang membuatnya menghilang entah kemana.
Sementara itu di suatu tempat di sisi gelap gunung Tanggamus. Seorang laki-laki terduduk. Tangan dan kakinya dirantai ke sebuah dinding berwarna hitam. Kepala laki-laki itu tertunduk lesu. Separuh rambutnya menjuntai hampir menyentuh lantai yang selalu terasa dingin itu.
"Hei, kau..." ucap seorang laki-laki.
Laki-laki itu berpakaian zaman kerajaan kuno. Di tangannya tergenggam sebuah tombak berujung keperakan. Suara hentakan laki-laki itu tak langsung membangunkan laki-laki lain yang terantai itu. Dan sekali lagi, kali ini ujung tombak berujung keperakan itu ia gunakan untuk membangunkan l…
Laki-laki Penghuni Hutan Tanggamus
Episode 43. Wajah Yang Hilang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 46 Episodes
Comments