Aku masih setia mendengar cerita bu Keysa, seperti bu Keysa yang selalu setia mendengarkan ceritaku.
Keesokan harinya. Lanjut bu Keysa.
Aku tengah menyapu halaman depan saat kak Tiana bersama Tina terlihat berjalan-jalan. Tumben sekali pagi ini mereka keluar untuk berjalan-jalan.
"Ayok dek, kita jalan-jalan. Ajak kak Tiana."
"Ayok kak." Aku senang, sebab ada yang menemani lagi hari ini. Walaupun tidak sepagi sebelum-belumnya.
Kami berjalan menyusuri jalanan hingga sampai di gang depan rumah Bude Mima.
"Dek, ayok kita masuk ke Bude Mima." Ajak kak Tiana.
Biasanya ketika berjalan-jalan dengan Ibu kami selalu melewati rumah Bude Mima, namun tidak pernah masuk ke sana.
"Nanti kelamaan kalau kita masuk" Ujar Ibu setiap kali melewati gang rumah bude Mima.
"Ayo Key, kita masuk. Nggak enak kan cuma lewat tapi nggak masuk. Yuk!" Ajak kak Tiana lagi.
"Yaudah kak, ayok." Akhirnya akupun mengikuti.
Gerbang rumah bude Mima yang terbuat dari bambu, senada dengan pagar tembok yang dibuat rapi. Kami mencoba membukanya dengan pelan.
Kamipun mengucapkan salam. Sampai terdengar samar suara bude Mima dari kejauhan. Ia terkejut melihat kedatangan kami.
"Astaga. Tumben sekali kalian ke sini nak. Tina kamu juga ikut ke sini Cu. Ayo masuk dulu" Ujar bude Mima ramah. Bude Mima memang selalu ramah dan baik hati, namun terkadang ia terbawa arus oleh omongan-omongan kak Tiana. Jadi aku merasa belum begitu mengenal bude Mima dengan baik.
"Nggak bude, di sini aja. Ini aku nemenin Keysa jalan-jalan bude. Tapi karena lewatin sini, jadi mampir ke sini aja sekalian." Kak Tiana benar-benar terdengar jujur dan polos. Pintar sekali dia menyusun kata. Sejak kapan aku yang dia temani? Jelas-jelas kami bertemu saat aku menyapu dan dia mengajakku ikut. Baik aku ikuti saja dulu bagaimana arah omongan kak Tiana.
"Bude, bude tahu katanya si Tanti itu nggak cocok dengan air di sini bude." Topik kak Tiana langsung saja pada kak Tanti. Sekarang aku mengerti mengapa kak Tiana berjalan-jalan. Dia memang sengaja…
Melepaskan Pernikahan Toxic
Ipar Ketemu Ipar adalah Maut
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments