"Sepertinya aku mau temani Ibnu liburan bersama papanya yank." Nanang yang tengah asyik menyeruput kopinya terdiam.
"Terus? Kemana?" Ku lirik Nanang sejenak.
"Kamu nggak marah yang?" Aku berusaha memastikan.
"Buat Ibnu kan. Bukan karena Reza." Nanang seperti mencoba memahami situasiku.
"Iya yang, masak buat mas Reza. Kamu tahu aku sudah mati rasa sama dia?" Aku benar-benar tak ingin bertemu dengan mantan suamiku itu.
"Kamu bilang dia habis beli mobil baru." Nanang sepertinya sedikit cemburu.
"Iya, dia ambil bank lagi buat beli mobil baru. Udah ah jangan bahas mas Reza." Rasanya tidak enak membahas masa lalu ku yang segera aku lepaskan itu.
"Tadi kan kamu yang bahas mau liburan sama dia yank." Nanang mencoba menenangkan aku yang kini menjadi berbalik kesal.
"Iya deh yang iya aku salah." Aku kini merasa sedikit bersalah pada Nanang.
"Ya udah kamu boleh pergi temani Ibnu. Tapi hanya sebatas menemani Ibnu ya." Nanang mencoba memahami posisiku. Aku menatapnya dia hanya mengangkat sebah alisnya.
"Iya tenang aja yang. Aku cuma ikut buat Ibnu aja kok. Aku janji." Nanang mengelus lembut kepalaku.
"Semoga kita bisa ke jenjang pelaminan tahun ini ya yank. Do'akan aku bisa melewati semuanya." Nanang yang saat ini bersamaku sangat jauh berbeda dengan Nanang yang ku temukan tak berdaya dengan sesuatu yang telah dihisabnya saat itu.
"Semoga ya yank." Aku tersenyum meyakinkan diri, Nanang adalah yang terakhir dan terbaik untukku saat ini.
"Ayo kita pulang kalau begitu yank. Kayaknya bapak di rumah sedang ngamuk saat ini." Nanang terlihat khawatir setelah melihat pesan masuk di ponselnya.
"Bapak marah? Kenapa yang? Karena pemilu kemarin?" Bapak Nanang ikut dalam pemilihan calon Dewan Perwakilan Daerah saat pemilihan tahun ini. Nanang melipat kedua tangannya di depan dada
"Jadi bapak kemarin itu menghabiskan uang hampir satu miliyar untuk pemilihan ini yang. Dia meminta orang untuk kepercayaannya menyalurkan uang untuk pembuatan fasilitas- fasilitas umum yang dibutuhkan…
Melepaskan Pernikahan Toxic
Dia Masa Laluku
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments