Jujur

Entah apa yang ada dalam pikiran Sabrina saat ini. Aku merasa begitu menyedihkan, saat ternyata selama ini akulah yang dibohongi Nanang.

"Ly, kamu sudah pulang?" Aku bahkan tak fokus untuk mendengar sapaan dari ibu.

"Eh, iya bu. Aku kurang enak badan bu." Saat ini aku berusaha menahan emosiku yang tengah memuncak.

"Ya udah kamu istirahat aja. Nanti ibu pergi sama kakak kamu saja ya." Astaga, aku lupa kalau sudah membuat janji dengan ibu akan mengantarkan beliau membeli bahan kue.

"Maaf ya bu." Ibu tersenyum dan menepuk lembut lenganku.

"Mandi, sholat, makan dan istirahat! Tadi ibu sudah masak sayur asem dan juga rendang." Ibu lalu berlalu meninggalkanku. Sepertinya ibu tahu aku sedang ada masalah.

"Mama. . . Mama udah pulang?" Ibnu berlari menyambutku yang masuk ke dalam kamar kami.

"Mama, Inu mau telepon papa. Inu kangen papa." Rengek Ibnu padaku. Tatapan tulus anakku membuatku tak tega untuk tidak mengabulkan permintaannya.

"Ya udah, mama mau mandi dulu. Inu telepon papa ya." Ku sodorkan ponsel pada Ibnu yang menyambutnya dengan suka cita setelah ku sambungkan dengan nomor telepon Ayahnya.

......................

"Ma, om Nanang kenapa masih telepon mama?" Aku terkejut. Aku lupa kalau Nanang bisa saja menghubungiku kapan saja setelah kejadian tadi.

"Iya kah sayang?" Aku yang sedikit gugup lekas meraih ponsel dari tangan Ibnu, tapi ternyata aku semakin dikejutkan oleh wajah yang tampak di layar ponselku.

"Mas?" Ibnu ternyata sedang melakukan video call dengan papanya.

"Nanang? Jadi nama pebinor itu Nanang." Ucap mas Reza dengan lantang dari seberang.

"Udah ya mas. Ibnu ngantuk, kapan-kapan teleponan lagi." Ku matikan sambungan seluler agar tak ada yang dapat menghubungi. Baik itu Nanang ataupun mas Reza. Rasanya sudah sangat jenuh menunggu mas Reza memutuskan hubungan denganku. Aku hanya ingin status kami secara negara menjadi jelas dan tanpa ikatan lagi kecuali menjadi papa dan mama Ibnu.

"Ma, pebinor itu apa?" Ternyata Ibnu memperhatikan percakapanku…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!