"Wah parah banget si bu Keysa. Parah gaes." Aku ikut kesal dengan istri kakak iparnya bu Keysa yang nyata-nyata iri hati pada istri dari adik-adik iparnya. Bu Keysa melanjutkan ceritanya.
"Kalau kita mah nggak ada uang untuk perawatan-perawatan begituan. Ngapain ya. Ngabis-ngabisin uang. Pantes aja mukanya putih banget." Ujar kak Tiana lagi.
Sekarang aku tahu dengan pasti tujuan kak Tiana ke sini. Bukan hanya untuk berjalan-jalan. Tapi memang sengaja ingin menggosipkan kak Tanti, dan aku terjebak di dalamnya.
"Keliatannya ya Bude. Dia itu wanita liar deh." Kata kak Tiana lagi.
"Bude nggak lihat, pas kita kemarin mengantar dia silaturrahmi yang ternyata kita ke rumah budenya itu. Dia kan berpapasan di jalan dengan sopir dam yang tengah membawa pasir dan jari jempolnya diangkat bude. Itu kan kode bude untuk wanita yang udah biasa. Bude ngerti lah." Ujarnya semakin mengompori.
Aku berpikir keras, apa maksud ucapan kak Tiana. Kenapa dia begitu jauh berpikiran jelek pada kak Tanti? Apa kak Tiana benar-benar merasa posisinya saat ini terancam dengan kehadiran kak Tanti?
Walaupun kak Tanti cuek padaku, namun aku tidak pernah berpikir ingin menjatuhkannya. Aku ingin memiliki banyak keluarga baru yang akur. Bukan saling bermusuhan.
"Ya , ya bude faham. Pakdemu juga sempat berpikiran begitu tentang adik iparmu itu. Karena bertepatan pakdemu melihat ketika dia memberikan kode seperti itu. Kasihan sekali Rudi. Dia harus dapat wanita yang tidak baik-baik." Ujar bude Mima.
"Ya Allah tega sekali kak Tiana, orang baru menikah sudah mau dihancurkan seperti ini. Padahal kita sesama wanita."
"Kalau Ibuku sih seneng banget sama menantunya bude." Sindir kak Tiana lagi.
"Soalnya kan katanya menantunya perawat. Jadi seluruh desa tahu tu. Kalau dia punya menantu perawat." Ujarnya kembali dengan nada nyinyir.
Aku terus mengelus perutku selama kak Tiana berbicara. Kasihan sekali anakku harus mendengarkan kata-kata yang penuh kebencian seperti ini. Ada Tina juga yang hanya diam dari tadi.…
Melepaskan Pernikahan Toxic
Iri Hati yang Mendalam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments