"Aku akan memberikan kamu waktu Lya. Aku tidak akan terlalu keras memaksamu." Pembuka pagiku kali ini adalah pesan dari Mas Reza. Sepertinya dia tidak menyadari, dengan begini saja sudah membuatku sangat tersiksa.
...---------------...
"Bu Lya, bisa ke ruangan saya sebentar?" Aku yang masih tumbang, sebab beberapa masalah yang bertubi-tubi akhir-akhir ini, semakin merasakan firasat yang tidak enak, setiap pak Kepalas Sekolah memanggil ke ruangan beliau.
"Baik pak." Jawabku dengan suara serak dan masker wajah yang terpasang rapi.
Tok tok.
"Permisi pak." Ku lihat pak Kepala Sekolah sedang membolak balikkan map yang berada di atas meja beliau.
" Silakan bu Lya." Beliau mempersilakanku masuk dengan ramah. Akupun masuk dan duduk di depan kursi yang telah di sediakan.
"Jadi begini bu Lya. Saya sebenarnya penasaran saja sih. Sebab tiba-tiba ibu mertua bu Lya mengirim pesan ke saya, tapi belum saja sempat saya buka sudah duluan di hapus oleh beliau." Ucap pak Kepala Sekolah dengan nada serius. Beliau menghela nafas sebentar sambil memperhatikan aku dan lalu melanjutkan.
"Jadi begini maksud saya. Apa kira-kira bu Lya tahu beliau menulis pesan apa sebelum dihapus? Sebaiknya bu Lya berkata jujur dan menceritakan pada saya, agar saya bisa membela bu Lya di depan beliau kalau misal terjadi sesuatu yang tidak diinginkan atau beliau berkata yang menyudutkan." Pak Kepala Sekolah berkada demikian sembari tersenyum lebar padaku seperti biasanya. Senyum yang tak sepenuhnya terasa tulus. Karena aku tahu betul bagaimana pak Kepala Sekolah sangat mempercayai mertuaku dan memaksaku untuk bersatu kembali dengan mas Reza tiap kali ada kesempatan.
"Ehem." Aku mencoba menormalkan suaraku yang hampir hilang sebab belum begitu pulih dari flu dan batukku sambil berusaha memperbaiki posisi dudukku agar lebih nyaman.
"Saya tidak tahu beliau mau membicarakan apa pak. Karena saya sudah tidak pernah ada komunikasi dengan beliau." Jawabku terus terang.
"Kenapa?" Beliau seperti keheranan.
"Ka…
Melepaskan Pernikahan Toxic
Introgasi
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments