"Kamu ingat Zizah yang?"
"Uhuuuk." Nanang menyemburkan bakso yang baru saja dimakannya. Aku melirik Nanang dengan tajam.
"Pelan-pelan. Kenapa sih sampai kesedak gitu yang?" Aku mencoba santai saja menghadapi situasi saat ini. Sepertinya dari reaksi Nanang ada sesuatu yang sedang ia sembunyikan.
"Nggak kenapa-napa yang. Kaget aja kamu tiba-tiba tanyain masalah Zizah?" Aku kini memutar posisi dudukku menghadap Nanang.
"Memang ada apa dengan Zizah? Kalian sempat berkomunikasi? Bertemu, atau bahkan menjalin hubungan?" Aku kini sudah tidak sabar. Ku tarik nafas pelan.
"Yang, setahuku Zizah itu dulu suka banget sama kamu. Apa kalian pernah menjalin hubungan?" Nanang terdiam sejenak, lalu berusaha mengelak.
"Ngg, nggak lah yang. Aku bahkan nggak pernah ketemu sama Zizah." Kini keringat membasahi dahi Nanang. Entah karena baksonya yang pedas atau dia sedang berusaha menyembunyikan sesuatu. Aku menautkan kedua dahiku. Pernyataan Nanang tidak sama dengan pernyataan Azizah.
"Bahkan tidak pernah bertemu yang?" Nanang kembali terkesiap. Ia kembali mengeringkan peluh yang mulai beejatuhan.
"Ngapain aku ketemu sama Zizah sih yang? Emang Zizah bilang apa?" Entah siapa yang harus aku percaya saat ini, tapi yang jelas Nanang menyembunyikan sesuatu.
"Nggak bilang apa-apalah yang. Kan aku nggak pernah ketemu Zizah." Ku lirik Nanang yang menghela nafas pelan. Terlihat sekali seperti sangat lega.
"Yang, tapi sekarang Zizah dimana sih?"
"Ha? Apa?" Nanang lagi-lagi terkejut dengan pertanyaanku.
"Kenapa bahas Zizah terus sih yang. Baksonya dihabiskan aja yuk." Aku hanya terdiam, ku manyunkan bibirku kesal. Aku yakin ada yang tidak benar saat ini. Kenapa Nanang begitu ketakutan saat aku membahas Zizah. Inginku telan pentolan bakso ini bulat-bulat. Jelas saja Nanang sedang menyembunyikan sesuatu.
"Eh baru aja kita bahas yang. Ini muncul storynya Zizah." Nanang hanya diam.
"Kenapa sih yang Zizah Zizah terus yang dibahas?" Suara Nanang kini meninggi.
"Kenapa emang yang. Kan aku…
Melepaskan Pernikahan Toxic
Bohong
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments