"Aku masih mau dengar lagi Ya, boleh?" Nanag kini mengganti posisi duduknya menghadap pegunungan yang begitu asri di depan kami.
"Waktu itu hari telah menjelang tengah malam."
ngeeeek. . . terdengar suara pintu terbuka.
"Mas, mas baru pulang sekarang?" Ku lihat jam di ponselku menunjukkan pukul 23.30 malam.
"Ya dek. Aku ngantuk. Tidur dulu ya." Mas Reza memilih tidur di karpet bulu dalam kamar kami.
"Mas tidur di sana?" Tak ada jawaban. Sepertinya mas Reza sudah terlelap tidur.
Rasanya gelisah sekali. Apa yang dilakukan suamiku setelah menerima uang tadi. Kenapa pulangnya sudah larut malam sekali. Apa yang harus aku tanyakan besok pagi. Ke mana? Bersama siapa? Rasanya semuanya memenuhi pikiranku malam itu.
Tuing.
Aku mendengar suara suara pesan masuk dari ponsel suamiku. Karena ia meletakkan ponselnya dekat kasur, aku bisa melihat layarnya yang menyala. Sebuah pesan dari seseorang.
[Sudah sampai rumah kak?]. Siapa ini yang mengirim pesan pada suamiku? Apakah tadi mereka bertemu?
Rasanya ingin sekali aku mengungkap semuanya dari ponsel suamiku.
Baru saja ingin mengambil ponselnya, tangan suamiku telah menutupinya.
Aku menutup mulut dan mencoba menidurkan diri. Untung saja suamiku melanjutkan kembali tidurnya.
Tuing. Pesan baru masuk kembali.
Sepertinya dari nomor yang sama.
[Kak, aku khawatir. Kakak udah sampai rumah bel] hanya itu yang dapat terlihat dari layar. "Siapa ini? Kenapa sangat perhatian pada suamiku? Memang tadi mas Reza dari mana?" Karena ia sama sekali tak membalas pesanku. Rasa curiga memenuhi hati dan pikiranku saat itu.
Entah mulai jam berapa aku mulai terlelap.
"Dek, kamu hari ini ndak masuk kerja?" Mas Reza sudah rapi dengan rambut yang diberi minyak wangi.
"Masuk mas." Aku rasanya masih mengantuk. Seperti biasa, pagi hari menjadi saat yang melelahkan. Karena aku harus bolak balik kamar mandi sebab rasa mualku yang parah.
"Uek, uek. Mas sepertinya aku mau periksa ke dokter deh. Siapa tahu ada vitamin yang bisa untuk mengurangi ras…
Melepaskan Pernikahan Toxic
Rahasia Suamiku
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments