"Akhirnya kami pulang sist". Bu Keysa melanjutkan ceritanya
" Terus-terus?" Aku semakin penasaran.
Di tengah perjalanan pulang aku melihat bi Ri, penjual serbuk,ketupat lengkap dengan gorengan dan cemilan tradisionalnya sudah menggelar barang dagangannya.
"Ayo mampir dulu."ujar ibu penjualnya ramah. Setiap kali ku lihat bi Ri selalu saja senyum ceria, wanita paruh baya dengan tubuh tegap dan mata sipit yang khas itu terkenal menjual makanan dengan rasa yang enak.
Aku berhenti, kak Tiana mengikuti.
"Seperti biasa ya bi. Di buat dua bungkus." Mintaku pada langgananku ini.
Setelah selesai, ku berikan sebungkusnya untuk kak Tiana. Kak Tiana terus menolak. Kami melanjutkan perjalanan. Kak Tiana mulai berbicara dengan suara yang lumayan besar ketika melewati lingkungan yang sepi sunyi.
"Kalau kamu enak ya Key, suamimu mau sarapannya cuma dikasi serbuk aja. Jadi kamu nggak perlu masak pagi-pagi." Aku mengernyitkan kening, beberapa Ibu-ibu yang tengah duduk di depan rumahnya saling berbisik.
"Kalau suamiku nggak mau yang begitu. Harus aku yang membuatnya." Kali ini ia berkata dengan nada pelan.
"Astagfirullahhaladzim." Pintar sekali ya wanita ini membuat aku terlihat buruk. Bahkan di depan orang-orang yang bahkan belum aku kenal sepenuhnya.
"Ya alhamdulillahnya kalau suamiku memang nggak milih-milih orangnya kak." Kali ini ku balas saja kakak iparku yang terlalu menyakitkan hati ini. Padahal tadi niatku baik ingin berbagi dengannya, ia malah menolak begitu saja dan bahkan menjatuhkanku.
Lalu bagaimana ini. Aku harus membawa kresek makanan dua pulang. Kalau untuk kakek, sudah termasuk di dalamnya.
Setelah berjalan beberapa puluh meter, kami akhirnya sampai di depan rumah kakek. Kebetulan di sana ada Ibu yang kelihatannya baru selesai menyapu, padahal tadi aku sudah menyapunya sebelum pergi. Apakah masih belum bersih dalam standar ibu.
"Kamu bawa apa itu Key?" Ibu melihatku yang krepotan membawa dua bungkusan besar. Ini punya kak Tiana satu bu." Ucapku menjelaskan.
"Bukan b…
Melepaskan Pernikahan Toxic
Kompor Beledug
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments