"Saat itu aku baru saja beberapa hari melahirkan. Mas Reza ada di sana. Aku tidak pernah menyangka kesibukan dengan ponselnya adalah untuk bermain-main dengan mantan tunangannya itu. Itu salah satunya Nang. Huuuuft." Ucapku sembari menarik nafas. Nanang hanya mengangguk.
Nyeeeeeng. Suara motor yang lalu lalang membuat perhatian kami teralihkan.
"Aku tidak sedang berselingkuh dengan kamu, kenapa aku takut ada yang melihat ya Nang." Ku pandangi sekeliling kami, mungkin saja salah satunya ada yang aku kenal.
"Kalau kamu merasa tidak nyaman. Kita bisa pulang dulu Ya, kamu bisa lanjutkan lagi ceritanya kapanpun kamu mau. Aku siap dengar." Nanang menepuk kedua pundakku dengan serius. Tatapan teduhnya yang menenangkan. Senyumnya yang berwibawa. Laki-kaki ini juga pernah gagal membina rumah tangga. Jadi sedikit tidaknya ia sekarang mencoba untuk lebih mendengar. Mantan istrinya yang cantik sudah menikah lagi dengan orang lain, sementara mereka belum dikaruniai anak. Katanya ia sudah move on, tapi susah untuk memulai kembali.
Kulihat lagi sekeliling kami dengan seksama. Rasanya ini juga sudah lumayan lama untuk kami berada di sini. Aku sudah mengantar Ibnu ke rumah Ibu dan Nanang menjemputku dari sana. Aku tidak peduli tentang omongan para tentang ketika melihat kami pergi berdua. Karena memang kami tak ada apa-apa. Kabut semakin tebal, kami harus segera turun sebelum waktu untuk turun tidak diperbolehkan.
"Nang, kita turun sekarang saja ya. Kayaknya ini udah lumayan sore. Aktu takut Ibnu nyari." Pengunjung-pengunjung lain di sekeliling kamipun sudah mulai berkemas untuk turun. Medan yang terjal dan berliku tajam membuat para pengemudi harus benar berhati-hati ketika naik ataupun turun dari tempat ini, sebeb jika tak tepat jalur, kita bisa saja terjatuh ke jurang yang begitu dalam. Entah mengapa rasanya aku percaya pada Nanang, aku yakin dia bisa membawaku kembali dengan selamat.
"Kapanpun kalau kamu butuh teman untuk cerita, kamu bisa hubungi aku Ya, aku siap dengerin…
Melepaskan Pernikahan Toxic
Masa Lalu Yang Tak Berlalu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 43 Episodes
Comments