Kanaya berjalan dengan lesu saat dirinya keluar dari kamar menuju ke arah ruang makan dimana Vania dan Adnan telah menunggunya. Jika Vania tak membangunkannya untuk makan malam, mungkin Kanaya akan melanjutkan tidur sampai esok hari mengabaikan perutnya yang meronta-ronta.
"Duduk, Nay. Aku udah beliin kamu makanan banyak tadi." Vania dengan bangga memamerkan isi meja makan yang sudah penuh dengan berbagai jenis makanan.
Kening Kanaya mengerut dalam sambil memperhatikan makanan yang sudah tersaji. "Ini semua beli?" tunjuknya pada salah satu sembarang makanan.
"He'em." Vania menganggukkan kepalanya. "Kenapa? Ada yang gak kamu suka?"
"Kenapa gak masak aja?" tanya Kanaya tak mengerti.
Kanaya sudah terbiasa dijejali pikiran oleh Helga jika masak adalah hal paling penting dalam bertahan hidup. Pantang bagi Helga untuk membeli makanan dari luar terkecuali jika mereka sedang liburan. Bagi Helga, membeli makanan di luar untuk sehari-hari adalah bentuk dari sebuah pemborosan.
"Aku mana bisa masak," jawab Vania polos.
"Kalian gak pakai jasa ART?"
Vania menganggukkan kepalanya. "Aku gak terlalu nyaman kalau ada orang asing yang tinggal bersama di rumah."
Meski Vania adalah orang yang supel dan mudah bergaul, dia tak bisa sembarangan memasukkan orang asing ke dalam urusan pribadinya. Oleh karena itu dirinya lebih memilih melakukan semuanya sendiri. Jika dia tak sanggup, dia lebih memilih menggunakan jasa orang lain di luar. Selama ini tak pernah ada yang mempermasalahkan. Adnan bahkan tak pernah protes selama itu membuat Vania bahagia.
"Tapi ini namanya pemborosan, Kak," cecar Kanaya.
Adnan yang sedari tadi diam saja melihat kegaduhan dua wanita yang berada di samping kanan kirinya pun mendecakkan lidahnya kesal.
"Udahlah tinggal makan juga. Kalau memang kamu gak suka, kamu saja yang masakin kita berdua." Adnan menatap lurus ke arah Kanaya dengan tatapan tajam.
Tak mau kalah, Kanaya pun membalas tatapan Adnan dengan tajam. "Oke, gak masalah. Mulai besok biar aku saja yang me…
The Second Wife
Bab 6
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 30 Episodes
Comments