Rupanya sesakit ini yang dirasakan Vania saat memergoki suaminya sendiri setelah bergumul dengan adik madunya. Apalagi saat melihat penampilan Adnan yang nampak berantakan dengan kissmark yang bertebaran di seluruh tubuh Adnan, menandakan betapa hebatnya pergumulan mereka di atas ranjang.
Tadinya Vania berpikir, Adnan akan melakukan penyatuan dengan Kanaya saat Adnan diperintahkan saja oleh Vania. Pria itu sudah mengeluh jika dia tak bergairah saat menatap tubuh Kanaya yang kurus. Namun sepertinya mulutnya berbanding terbalik dengan pernyataan tubuhnya. Apalagi wajah Adnan nampak lebih segar, ceria dan cerah. Padahal sebelumnya wajah Adnan nampak kusut karena lelahnya pekerjaannya yang terus menatap layar laptop.
Tapi lihat saja sekarang, wajah kusut itu hilang bahkan ditambah dengan ceriwisnya dia bercerita soal banyak hal. Adnan layaknya seperti burung yang sedang bercuap-cuap, pria itu seperti tak ingin berhenti dari bercerita.
"Kamu udah makan belum, Yang? Kalau belum aku beliin sesuatu mau?" tanya Adnan yang akhirnya membuyarkan lamunan Vania.
"Aku lagi gak nafsu makan."
"Mas, mbak. Kok aku tadi bisa ketiduran di atas sofa?" tanya Tania menghampiri Adnan dan Vania.
"Lah, mana aku tahu. Harusnya aku yang tanya ke kamu. Minuman apa yang kamu kasih ke aku tadi, kenapa aku jadi ngerasa ngantuk setelah meminumnya?" cecar Vania menatap tajam ke arah adiknya.
Tania menggaruk puncak rambutnya, merasa bingung apa yang sebenarnya terjadi padanya. "Tadi cuma minuman susu biasa kok."
"Susu biasa kenapa aku jadi ngantuk banget kayak tadi? Padahal aku gak minum obat apapun lho."
Setelah Vania berujar seperti itu. Terlihat Kanaya keluar kamar dengan rambut yang masih basah. Semua orang menatap gerak-gerik Kanaya dengan pikirannya masing-masing.
Tania langsung menatap tajam pada rambut Kanaya yang basah lalu menatap Adnan yang juga rambutnya nampak basah. Tania juga menyadari ada beberapa tanda kiss mark di sekujur tubuh Adnan. Dia mencurigai jika Kanaya lah yang malah mendap…
The Second Wife
Bab 22
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 30 Episodes
Comments