Lewat tengah hari yang terik, akhirnya Kanaya terbangun dari mimpinya yang panjang. Dia terbangun dengan tubuh yang terasa pegal sekaligus nyeri luar biasa terutama di daerah pangkal pahanya.
Saat dia terduduk di atas ranjang, Kanaya teringat jika dirinya telah kehilangan mahkotanya hari ini. Wajah Kanaya tersenyum bangga meski kedua matanya masih tertutup rapat. Meski dia bukanlah seorang wanita yang berpengalaman di atas ranjang, setidaknya dia telah membuat Adnan melakukan penyatuan bersamanya berkali-kali.
Padahal dari awal Adnan selalu mengejek tubuhnya yang terbilang kurus, namun ternyata kurus tak menjadikan halangan untuk memuaskan hasrat seorang lelaki.
Bunyi perut di Kanaya terdengar nyaring. Itu karena dia belum memakan makanan apapun sejak dari pagi tadi. Jadi dia mencoba beranjak dari kamar hendak menuju ke kamar tidur untuk membersihkan diri.
Selang beberapa menit kemudian, Kanaya keluar kamar masih mengenakan handuk di atas kepalanya namun sudah berpakaian rapi. Saat menutup pintu kamar, samar-samar dia mendengar suara orang yang sedang bercakap-cakap di dapur.
Perlahan Kanaya melangkahkan kakinya menuju ke dapur sambil menerka-nerka siapa yang sedang berada di dapur. Langkahnya begitu pelan karena rasa nyeri di bagian selangkangan akan terasa jika dia mencoba menggerakkan kakinya.
"Kenapa gak mencoba nambah istri aja sih, Nan?"
Kanaya menghentikan langkahnya di depan pintu dapur saat mendengar suara wanita asing yang belum pernah dia kenal sebelumnya. Dari pintu itu juga, Kanaya menengok untuk melihat siapa wanita tersebut. Wanita itu duduk bersebrangan dengan Adnan. Kanaya hanya mengetahui wanita itu dari rambutnya saja yang digelung ke atas karena wanita itu duduk membelakangi pintu dapur.
"Hush, mama gak boleh bilang gitu! Vania lagi dirawat di rumah sakit, Ma. Gak baik bilang kayak gitu pas dia lagi sakit." Adnan menegur mamanya yang kelewatan saat bicara. Mulutnya terlihat penuh dengan sandwich yang dibuat oleh mamanya.
"Ya habisnya kalian u…
The Second Wife
Bab 16
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 30 Episodes
Comments