Seperti yang didengar oleh Kanaya kemarin, akhirnya Vania telah sampai di rumah pukul sepuluh pagi ditemani oleh Helga, Toni, Tania dan tentu saja Adnan. Rumah Adnan yang tadinya sepi mendadak menjadi rame karena suara bincang-bincang di ruang tamu. Sedang Adnan terlihat fokus pada laptop meski dirinya ikut duduk di antara sofa tamu.
"Kemana Naya, Van?" tanya Toni setelah sedari tadi memperhatikan sekitaran rumah.
Helga yang mendengar pun mencebikkan mulutnya, merasa tak senang dengan pertanyaan suaminya.
"Ada kok, Pa. Mungkin dia masih tidur di kamarnya," ujar Vania.
"Anak gadis kok jam segini masih aja tidur. Harusnya dia tuh beres-beres rumah atau masak, bisa memposisikan dirilah di rumah ini. Dia ini kan istilahnya cuma numpang, mana gak ada penyambutan untuk kamu yang baru saja pulang dari rumah sakit. Eh, malah enak-enakan seperti nyonya yang punya rumah," ujar Helga bersungut-sungut.
Adnan yang mendengarnya pun sedikit merasa risih akan omelan mama mertuanya. Dulu saat Kanaya masih menjadi gadis yang asing baginya, dia selalu cuek akan apa yang dibicarakan mama mertua perihal Kanaya. Namun karena sekarang Kanaya itu menjadi tanggung jawabnya, dia merasa tak terima akan hinaan tentang Kanaya. Seolah jika Helga menjelekkan Kanaya, itu berarti juga tengah menjelekkan dirinya.
"Mungkin habis kecapekan, Ma. Kemarin nemenin mama aku pas lagi mampir ke sini sampai larut malam." Adnan tetap fokus menatap laptopnya agar tak terlalu kentara membela Kanaya.
"Mama kamu mampir ke sini? Kenapa gak bilang ya? Padahal kan kalau ketemu, mau mama bikinkan kue klepon. Dulu katanya kepengen coba." Suara Helga terdengar lebih ramah dan sedikit mendayu-dayu.
"Cuma sebentar kok ke sininya, Ma."
"Kok kamu gak cerita soal mama yang ditemenin Naya, Yang?" tanya Vania dengan berbisik. Pasalnya, selama ini ibu mertuanya itu enggan untuk beramah-tamah dengannya. Seolah, ibu mertuanya itu memang tidak menyukai dirinya. Kemarin saat menjenguk dirinya saja, waktunya begitu singkat. Terhitun…
The Second Wife
Bab 19
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 30 Episodes
Comments