Kanaya berpikir keras mengenai ucapan Tania yang ingin menjebak Adnan dengan menggunakan minuman perangsang. Meski dia tak terlalu mengetahui dengan pasti efek minuman perangsang jika diminum oleh Adnan, namun Kanaya dengan yakin jika Adnan yang meminumnya akan berdampak buruk nantinya. Oleh karena itu, Kanaya akan memutar otak supaya rencana licik Tania tidak akan berjalan mulus.
Dia sudah berada di dapur sekarang, membersihkan apapun yang bisa dia bersihkan tanpa mempedulikan tatapan tajam dari Helga yang terus mengawasinya.
Sedang Kanaya sedari tadi mengawasi gerak-gerik Tania yang belum terlihat aneh.
"Ma, aku pergi dulu sebentar ya." Tania meminta izin pada Helga.
"Mau kemana? Sebentar lagi kita akan pulang lho."
"Beli obat di luar sebentar. Perut aku mules kayak mau datang bulan, aku izin nginep di sini semalem aja ya, Ma. Kayaknya gak kuat deh kalau harus ikut pulang nanti," jawab Tania sambil meremas perut dan meringis kesakitan.
"Apa gak sebaiknya periksa ke dokter aja kamu?" Toni mulai khawatir melihat ekspresi Tania yang seperti kesakitan.
"Gak usah, Pa. Emang biasa tiap bulan aku gini kok. Entar kalau udah minum obat terus tidur sebentar badanku jadi lebih enakan."
"Ya udah kalau gitu biar papa aja yang beliin obatnya," ucap Helga.
"Jangan dong, Ma. Nanti aku malu, soalnya mau sekalian beli pembalut."
"Tapi kamu kelihatan kayak kesakitan gitu, gak apa-apa kalau mau beli sendiri?"
"Gak apa-apa kok, nanti kalau ada apa-apa aku telpon."
"Ya udah sana."
Setelah mendapatkan izin, Tania segera keluar dari rumah. Sedang Kanaya menatapnya tak percaya sembari tepuk tangan dalam hatinya. 'Gak nyangka aktingnya keliatan natural banget, aku yakin dia sebenarnya mau beli obat perangsang bukan obat penghilang nyeri datang bulan!'
"Heh! Ngalamun aja!" Adnan menepuk pundak Kanaya hingga mengagetkannya.
"Hih! Hobi banget sih ngagetin orang!" kesal Kanaya sambil berlalu.
"Eh, eh, mau kemana? Buatin aku es kopi dulu, aku haus."
"Ogah, punya dua tangan fungsinya buat ap…
The Second Wife
Bab 20
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 30 Episodes
Comments