•Usaha
Adira melamun di ranjangnya. Tadi sehabis chatting dengan Yovan. Membicarakan masalah Om Angga yang tingkahnya semakin membuat Adira tak nyaman. Suami dari Mamanya itu sudah beberapa kali menawarkan diri untuk mengantar ataupun bahkan menjemput Adira ke tempat latihan dance.
Untungnya tidak ada yang tau tempat itu selain Adira, karena bisa Adira tebak, bahwa Om Angga akan tiba-tiba sampai di tempat latihannya. Ya, itu cara yang terlihat halus untuk sebuah paksaan.
Yovan sebagai kekasih Adira pun ikut pusing dan khawatir. Apalagi di jaman yang sudah tidak jelas aturan ini, manusia bejat itu bisa berasal dari mana saja. Tak jarang bahkan sedarah. Setiap malam entah Yovan ataupun Adira, mereka mulai sering bermimpi buruk. Seperti saat ini, tadi Adira berpamitan untuk tidur pada Yovan.
Tapi setelah hapenya mati, matanya malah terbuka lebar, jadilah Adira melamun.
Tiba-tiba jantung Adira tersentak karena pintu kamarnya langsung terbuka lebar.
Terdengar suara sang Mama, Adira hanya bergeming di tempat tidurnya. Punggungnya masih membelakangi pintu, segera pura-pura tidur, berharap mamanya akan segera pergi. Namun, ia tahu betul itu harapan yang sia-sia.
"Mama ngomong sama kamu, Adira. Jangan pura-pura tidur!" Suara Linda meninggi, diiringi langkah kaki yang mendekat. Terdengar bunyi langkah sendal rumahan, lalu kasur Adira di sisi lain bergoyang karena Mamanya duduk.
Adira memejamkan mata erat.
"Dengar, Sayang," suara Linda melembut, tapi masih penuh nada menuntut. "Papa itu berniat biak. Kamu nggak seharusnya bersikap seperti ini. Papa sesekali libur kerja dan pengen untuk perhatian sama anaknya, harusnya kamu jangan terus-terusan nolak."
Mendengar perkataan Mamanya membuat bayangan Om Angga yang tersenyum terlalu ramah dan tatapannya yang sulit diartikan kembali melintas di benak Adira. Apalagi setelah sekian lama tidak bertemu dan hubungan mereka yang semula tidak dekat, membuat Adira gelisah. Perasaan tidak nyaman yang sudah beberapa hari ini ia rasakan, k…
AKU TALAK SUAMI-MU!
BAB
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 46 Episodes
Comments