• Bahagiaku sebuah kehancuran
Tercekat tenggorokan Adira mendengar semua keluhan Mamanya yang terdengar begitu jujur. Sangat menyakitkan bagi seorang anak yang selama ini berusaha untuk mengerti orangtuanya, justru malah di salahkan. Di anggap menjadi sumber kesialan dalam hidup. Walaupun selama ini sikap Mamanya selalu jutek atau terkesan acuh. Adira selalu mencoba melihat dari sudut pandang berbeda dan menganggap bahwa cinta kasih seorang ibu memanglah keras.
Namun realita tak mengizinkan gadis berusia 19 tahun itu untuk terus membohongi dirinya.
Tubuh Adira membeku di tempat, matanya enggan berkedip. Nafasnya pun berat. walaupun begitu dia tetap mencoba untuk maju dan bertahan. Dia tidak ingin gegabah dalam bereaksi. Walaupun sebenarnya dia hanya tidak memiliki tekad yang besar untuk pergi.
"Jika bukan karena anak itu lahir, saya sudah bahagia bersama suami saya. Kamu pikir deh Yun.. Papa kandung Adira itu tidak bertanggungjawab sama sekali! Eh anaknya juga kelakuannya engga jauh beda dari Papanya."
Yuni sebenarnya mulai merasa tidak enak karena Linda menjelekkan anak kandungnya sendiri terlalu jauh. Lagi pula apalah daya seorang anak yang tidak tau menahu soal kenapa dia bisa lahir di muka bumi ini. "Sudah Mam, sekarang Mam lebih baik fokus pada kesehatan. Jangan terlalu emosi. Tidak baik. Apalagi yang di bicarakan adalah anak kandung sendiri."
"Saya tidak akan berhenti bicarakan dia sampai anak itu lepasin suami saya! Atau saya bakalan kutuk dia tidak akan bahagia sampai mati!" Ucap Linda penuh penekanan. "Karena dia alasan saya tidak bahagia."
Adira memejamkan matanya. Rasanya perkataan itu keluar dari lubuk hati terdalam sang Mama. Se-benci itukah Linda pada anak yang telah ia kandung selama 9 bulan lamanya? Hingga tidak ragu untuk mengungkapkan fakta itu pada orang lain?
Lidah Adira terasa kelu menahan perkataan yang menusuknya seperti benda tajam. "Selama ini bahkan sejak sebelum lahir kedunia.. Aku adalah benalu untuk kehidupan Mama... Membuat kebahagiaann…
AKU TALAK SUAMI-MU!
BAB
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 46 Episodes
Comments