• Menerima
Rain membawa Mira ke kamarnya atas suruhan om Angga. Istrinya tersebut menangis tak karuan dan berteriak kesal.
"Lepaskan aku Mas!"
Wajah yang basah karena air mata itupun membuat Rain merasakan sedih yang Mira tengah rasa. Rain memeluk tubuh Mira yang berkeringat dingin.
Mira terdiam sejenak. Emosinya tercampur aduk.
"Mas.. Aku anak haram yang di buang.."
Rain hanya diam saja. Dirinya tentu saja merasa iba. Tetapi Rain tidak pandai merangkai kata-kata untuk menenangkan.
Dalam pelukan hangat itu Mira memejamkan matanya. Usapan lembut di kepalanya membuatnya merasa mulai tenang. Semalam sudah bergadang, lalu seharian ini menangis. Terkuras sudah energi Mira.
Di rasa Mira sudah lelah, Rain menggendong sang istri dan meletakkannya di kasur. Lalu mendekap erat tubuh Mira.
"Kamu istirahat ya."
Mira hanya diam saja membiarkan Rain menenangkannya.
Cukup lama Rain menepuk pelan punggung Mira agar wanita itu segera tertidur. Hingga waktu yang Rain nantikan pun tiba.
Rain menatap wajah Mira yang tertidur lelap. Hidungnya masih kemerahan dan terkadang air matanya masih turun. Sepertinya kesedihan dan kecewa ikut masuk dalam mimpi.
Dengan hati-hati Rain menarik lengannya yang menjadi bantalan kepala Mira. Lalu menyelimuti tubuh Mira dengan selimut.
Jarum jam kini baru mengarah pada angka delapan malam. Rain melihat kamar ke setiap sudut kamar, hanya ada dua lemari di sini. Tidak mungkin brangkas di taruh di tempat terlihat. Karena keluarga Rain selalu menyimpan brangkas tempat yang tidak masuk akal. Seperti di balik cermin kamar mandi, di balik rak piring, tetapi yang lebih umum adalah di dalam lemari. Jelas saja Rain langsung mengecek kedua lemari Mira.
Tetapi saat membuka lemari pertama mata Rain hanya melihat betapa banyaknya pakaian yang Mira miliki. Semuanya dress mini dengan model yang membuat tubuhnya terekspos dengan full. Rain akui, body dan wajah Mira memang cantik dan cocok untuk memakai semua ini. Kemudian Rain meraba-raba dinding lemari tersebut. Tetap…
AKU TALAK SUAMI-MU!
BAB
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 46 Episodes
Comments