• Ancaman untuk Ayu
Ayu mengajak Mira untuk duduk di warung yang ada di sebelah rumahnya. Karena hujan masih turun dengan lebat, dan Ayu yang tidak tega melihat kondisi Mira yang tengah hamil pun menemani wanita itu duduk. Setidaknya dengan melakukan tindakan ini Ayu merasa tenang. Adira tidak terusik oleh kakaknya, dan perasaan iba Ayu bisa di tenangkan melalui tindakan.
"Kenapa tante tidak membawa aku masuk saja ke rumah?" Mira sebenarnya merasa kesal karena malah di ajak duduk di warung. Padahal niatnya kan untuk menemui Adira langsung. Sekaligus memastikan kondisi adiknya tersebut. Karena dari lubuk hati terdalamnya Mira merasa iri, dan ingin menghancurkan sedikit kebahagiaan Adira. Dengan memberitahunya tentang status bahwa Mira juga anak kandung.
Ayu menatap Mira dengan heran. "Jika tuan rumah tidak mengizinkan kamu masuk, jangan memaksa. Karena jika pergi lantaran di usir, itu terkesan hina."
Alis Mira bertaut. "Maksud tante aku hama? Aku dateng ke sini untuk menjenguk adikku. Apa sopan tamu yang adalah saudara kandung dari menantu mu sendiri malah di usir? Padahal dia datang dari tempat jauh." Jelas Mira tidak terima.
"Keras mu sama persis.." gumam Ayu melihat sinis pada Mira. Padahal niat hatinya hanya ingin Mira aman karena tengah mengandung. Tapi wanita hamil ini justru malah membuat darahnya naik perlahan.
"Aku tau kedatangan kamu ke sini bukan untuk Adira. Melainkan Rain. Keponakanku. Kalau kamu ingin info tentang dia, tidak usah mengganggu seseorang yang tidak berhubungan dengannya."
Mira tertawa kecil mendengar ucapan Ayu. "Tidak berhubungan? Apa tante tau kalau suamiku itu selama ini menyukai Adira? Tidak kan. Wajar kalau aku mencari suamiku ke tempat ini. Apa tante tidak kasihan melihat aku yang tengah hamil mencari suamiku yang keberadaannya tidak jelas?"
Ayu tahu betul, siapapun lelaki yang pernah kenal atau dekat dengan Adira, pasti akan menaruh rasa terhadap menantunya itu. Sebab sikap dan paras Adira yang membuat semua orang nyaman. Namun sia…
AKU TALAK SUAMI-MU!
BAB
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 46 Episodes
Comments