" SATU-SATUNYA BUNGA DI TENGAH HUTAN,"
Bab 78: Pulang dengan Hati Penuh Perasaan
Sesampainya kembali di rumah, Ria sama sekali tidak mau banyak bicara dengan Bude Fatimah maupun Pakde Raslan. Hatinya sudah lelah, muak, dan malas melayani dua orang yang mulutnya tajam tapi hatinya keras dan tidak punya perasaan itu. Baginya, berbicara dengan mereka rasanya sia-sia saja, buang waktu dan tenaga, apalagi melihat keadaan ibunya yang baru saja pulih dari pingsan, hati Ria semakin tidak suka melihat kehadiran mereka di sini.
Begitu masuk ke dalam rumah, Ria bersama Hamza dan Arefin langsung mengajak ibunya untuk berbaring dan beristirahat.
“Istirahatlah dulu ya Bunda, biar tenang tubuhnya, jangan banyak gerak dulu,” kata Ria lembut sambil membantu ibunya berbaring di tempat tidur. “Bunda istirahat saja dulu ya, Ria izin mau ke dapur siapkan makanan buat kita semua.”
Belum sempat Ria melangkah keluar, Arefin langsung menyahut dengan suara sedih dan lembut:
“Dik, tidak usah repot-repot masak lagi. Tadi pagi Abang sudah masak nasi, dan Bu RT juga sudah mengantarkan sayur serta lauk yang sudah matang. Kami semua di sini dari kemarin sampai sekarang belum ada yang makan, rasanya gelisah sekali menunggu kabar dari kalian, apalagi sejak semalam kalian pergi belum pernah ada kabar sedikit pun. Kami adik-adik semua tidak ada yang bisa tidur, matanya terjaga terus menanti kalian pulang. Tapi beda sekali sama dua orang tamu itu, mereka tidurnya nyenyak sekali sampai pagi, bahkan saat kami bangun untuk salat Subuh pun mereka masih lelap terlelap di tempat tidur,” cerita Arefin, nadanya penuh rasa kecewa dan sedih.
Mendengar itu, hati Ria pun ikut terasa perih, lalu ia menjawab sambil menahan tangis:
“Ya Allah… maafkan kami ya Bang… Bukan maksud kami lupa memberi kabar atau tidak peduli, tapi waktu itu Bunda kami di tempat bidan pingsan dan tidak sadarkan diri sampai lebih dari dua jam, kami semua takut dan kuatir sekali sampai lupa akan segalanya, tidak sempat berpikir untuk mengaba…
SATU -SATUNYA BUANGA DI TENGAH HUTAN.
" SATU-SATUNYA BUNGA DI TENGAH HUTAN," Bab 78: Pulang dengan Hati Penuh Pe
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 178 Episodes
Comments