📖 SATU-SATUNYA BUNGA DI TENGAH HUTAN
“Kak, kenapa ya ada saja orang-orang yang suka sekali menghina dan memandang rendah kita ini?” tanya Bagas dengan nada bingung sambil berjalan beriringan.
Ria menoleh dan tersenyum menenangkan adiknya itu. “Begini, Dik… sifat manusia memang beraneka ragam, itu sudah menjadi kodrat alam. Bahkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW pun sudah ada orang yang iri hati, dengki, dan suka menyakiti orang lain. Kalau semua orang di dunia ini baik dan tidak ada perselisihan, nanti setan tidak punya pekerjaan lagi untuk membuat manusia marah dan berbuat salah, kan?” jelas Ria dengan bijak.
“Wah, benar juga ya, Kak… baru paham Bagas sekarang,” jawab Bagas mengangguk tanda mengerti.
“Kalian tidak lihat tadi? Ternyata setannya sudah kabur duluan sebelum sempat mengganggu kita,” canda Ria tiba-tiba.
“Hahaha… Kakak ini bisa saja bercanda,” tawa Bagas terlepas.
Melihat tingkah adik-adiknya itu, Arefin dan Ardiansyah hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum. Mereka merasa heran, pikiran Ria selalu saja melompat ke mana-mana dan tidak pernah kehabisan akal untuk membuat suasana menjadi riang.
“Abang Arefin, Abang Ardiansyah… kalian berdua bisa meramal tidak? Sekarang ini Abang Hamza sedang apa dan di mana ya?” tanya Ria tiba-tiba dengan wajah serius seolah-olah sedang menanyakan hal yang sangat penting.
“Hahaha… Ria ada saja pertanyaannya! Kenapa dulu kamu tidak mencuri saja peralatan para tuyul itu milik kakek yang dulu, supaya bisa tahu apa yang sedang dilakukan orang lain? Hahaha…” jawab Ardiansyah sambil tertawa lepas.
“Eh, Amit-amit! Jangan bicara begitu, Abang. Memelihara makhluk halus atau benda-benda semacam itu dilarang keras dan tidak disukai oleh Allah SWT, lho,” jawab Arefin cepat sambil mengingatkan.
“Iya, iya… cuma bercanda saja, adikku yang cantik ini,” jawab Ardiansyah sambil mengusap kepala Ria agar tidak tersinggung.
Mereka pun melanjutkan perjalanan sambil mengobrol santai, tak terasa langkah kaki mereka sudah memasuki kawasan desa…
SATU -SATUNYA BUANGA DI TENGAH HUTAN.
SATU-SATUNYA BUNGA DI TENGAH HUTAN Bab 103: Pertemuan dan Surat dari Ja
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 178 Episodes
Comments