🙏❤️
Satu‑satunya Bunga di Tengah Hutan
Setelah mengantar Rizky sampai di gerbang sekolah dan memastikan anak itu sudah masuk dengan tenang, Ria pun bersiap berangkat ke tempat barunya. Awalnya Rizky berat sekali berpisah, matanya berkaca‑kaca tak ingin melepaskan tangan Ria. Namun Ria menatapnya lembut sambil tersenyum penuh ketenangan, perlahan menenangkan hati anak itu.
“Dengarkan Kakak ya Rizky… Bukankah Kakak hanya akan ke toko saja? Nanti sepulang sekolah Rizky langsung ke sana, Kakak sudah menyiapkan semuanya. Lagipula Kakak sudah membawakan baju ganti untuk Rizky, jadi kalau nanti pulang ke rumah belum waktunya pun tidak apa‑apa,” bujuk Ria pelan namun menenangkan.
“Di rumah juga ada Ayah kok, ada Eyang Uti, Eyang Kakung, Tante Ririn, dan juga sepupu Pusvita yang sebaya dengan Rizky. Mungkin Ayah masih rindu lama tidak bertemu putranya, jadi Rizky mainlah sebentar di rumah sebelum ke toko menemui Kakak,” tambahnya lembut.
Meski begitu, ternyata hati kecil Rizky lebih merasa tenang dan nyaman bila berada di dekat Ria saja. Walaupun Ria tidak memiliki kelebihan luar biasa yang dipamer‑pamerkan, sifatnya yang sederhana, sabar, tulus, dan penuh kasih sayang membuat Rizky merasa Ria adalah tempat paling aman dan damai baginya. Ria memang terlihat biasa saja di mata orang lain, namun bagi Rizky, ada sesuatu yang istimewa—ketenangan batin, kelembutan hati, dan keteguhan iman yang selalu ia pancarkan—yang membuatnya merasa lebih dari sekadar kakak biasa.
Saat Ria berdiri di tepi gerbang sekolah, datanglah Pak Ahmad menjemput dengan senyum ramah seperti biasa.
“Assalamualaikum, Nak Ria. Bapak menyuruhku menjemputmu. Baba khawatir kamu belum terlalu hafal jalan di daerah sini, takutnya tersesat atau menemui kesulitan,” sapa Pak Ahmad hangat.
Ria tersenyum sopan membalas salam itu. “Waalaikumsalam, Pak Ahmad. Terima kasih banyak ya Pak sudah repot‑repot menjemputku. Sebenarnya tidak perlu khawatir, kalau soal melindungi diri… sungguhpun Baba tidak tahu, bahkan Revan s…
SATU -SATUNYA BUANGA DI TENGAH HUTAN.
Satu‑satunya Bunga di Tengah Hutan Bab 152: Langkah Baru dan Cahaya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 178 Episodes
Comments