📖 SATU‑SATUNYA BUNGA DI TENGAH HUTAN
Bab 97: Keberanian Membela Kebenaran dan Hati Perempuan
Jam di dinding rumah menunjukkan pukul setengah tiga sore, langit yang tadinya cerah perlahan berubah menjadi sangat gelap dan mendung sekali, pertanda hujan lebat akan segera turun seketika itu juga. ⛈️🌩️
Melihat keadaan langit demikian, seluruh warga desa mulai sibuk dan berlarian keluar rumah. Mereka berebut mengumpulkan dan menyimpan biji kopi yang sedang dijemur luas di halaman rumah masing‑masing. 🫘💨
Alat yang dipakai untuk mengumpulkan kopi itu namanya sekop, buatan tangan warga sendiri dari potongan papan kayu berbentuk persegi empat, lalu dipasangi gagang kayu yang panjang dan dipaku kuat. Ada juga yang membentuknya seperti garpu besar. Di desa ini, kalau musim hujan begini, satu rumah bisa membuat sampai sepuluh buah sekop sekaligus, supaya ada alat bantu untuk tetangga yang membutuhkan saat sibuk mengumpulkan kopi bersamaan.
Setelah kopi terkumpul menjadi tumpukan besar di tengah halaman, langkah selanjutnya adalah menutupnya dengan terpal yang tebal dan kuat. Ukuran terpal itu menyesuaikan banyak sedikitnya kopi yang ada. Kalau kopinya banyak, bisa memakai sampai delapan lembar terpal yang disambung. Supaya tidak diterbangkan angin kencang, terpal itu ditindih dengan potongan kayu panjang yang berat, ditekan rapat ke tanah sampai aman.
Suasana sibuk dan ramai itu tiba‑tiba terhenti seketika. Terdengar suara suara pertengkaran dan makian yang keras, kira‑kira sekitar tiga meter saja jaraknya dari rumah Ria. Karena mereka sedang berkumpul di halaman rumah, suara itu terdengar sangat jelas dan menusuk telinga. 😡🗣️
Bunda bertanya dengan cemas, “Siapa yang sedang ribut dan bertengkar itu nak? Suaranya dekat sekali rasanya.”
“Sepertinya di depan rumahnya Feri Bun, suaminya Mayra yang sedang hamil tua itu, usia kandungannya sudah tujuh bulan lebih lho Bun,” jawab Ria mengenali suara itu.
“Ya Allah… Ada apa gerangan? Istri sedang mengandung besar kok ribut dan dimarahi…
SATU -SATUNYA BUANGA DI TENGAH HUTAN.
SATU‑SATUNYA BUNGA DI TENGAH HUTAN Bab 97: Keberanian Membela Kebenaran
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 178 Episodes
Comments