🙏❤️
Satu‑satunya Bunga di Tengah Hutan
Waktu sungguh berlalu begitu cepat, tak terasa sepuluh hari telah berlalu sejak mertua Kak Hilina dan Mas Revan datang berkunjung. Kini, hari itu juga tiba—waktu cuti mereka telah habis. Meski hati berat untuk berpisah, Revan harus kembali bekerja ke Jakarta. Walaupun perusahaan itu milik keluarganya sendiri, ia tetap harus taat pada aturan dan tanggung jawab pekerjaan yang telah diamanahkan kepadanya—tidak bisa seenaknya saja meninggalkan kewajiban hanya karena sedang senang‑senang.
Sejak kemarin, Ria sudah sibuk membantu menyiapkan segala sesuatu. Ia membuat aneka kue kering, kue basah yang awet disimpan, juga lauk‑pauk kering yang tahan lama—seperti rendang daging yang dimasak hingga bumbunya meresap sempurna dan kering, terasi buatan sendiri yang gurih, serta aneka camilan lezat. Semua ini dilakukan Ria dengan penuh kerelaan hati, persis seperti kebiasaan orang desa saat mendekati hari raya—menyiapkan bekal yang melimpah untuk dibawa bepergian.
Kemampuan memasak Ria yang luar biasa ini sudah membuat semua orang di rumah itu jatuh hati. Bahkan Revan yang biasanya pilih‑pilih makanan pun kini tak bisa berhenti memuji, dan tak lupa meminta dibekali juga. “Ria… rendang buatanmu ini paling enak yang pernah aku makan! Kalau di Jakarta pasti kangen rasanya,” katanya sambil tersenyum memohon.
Sabtu pagi itu, Baba sengaja tidak mengizinkan Ria pergi ke toko dua hari ini. “Kamu istirahatlah di sini saja, Nak. Demi menghormati tamu yang akan berpamitan, kamu tidak perlu ke toko dulu. Toko bisa diurus orang lain sebentar,” kata Baba dengan penuh penghormatan. Ria pun menerima dengan senang hati.
Pagi itu semua orang sibuk merapikan barang bawaan. Pukul delapan pagi taksi yang dipesan pun tiba. Mertua Kak Hilina tampak begitu puas dan bersyukur selama sepuluh hari ini. “Di kota Pagar Alam kami mendapatkan lebih dari sekadar istirahat. Kami mendapatkan ilmu, ketenangan, dan cahaya iman yang selama ini kami cari,” ucapnya tulus. Sekaran…
SATU -SATUNYA BUANGA DI TENGAH HUTAN.
Satu‑satunya Bunga di Tengah Hutan Bab 156: Perpisahan Penuh Berkah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 178 Episodes
Comments