📖 SATU-SATUNYA BUNGA DI TENGAH HUTAN
Bab 105: Surat yang Membawa Duka dan Kekacauan
Malam itu, setelah selesai makan malam, seluruh anggota keluarga berkumpul di ruang tengah rumah. Ada Bu Maria, Arefin, Ardiansyah, Bagas, Dimas, dan Fajar. Suasana terasa tenang sampai Ria masuk membawa sebuah amplop surat yang diterimanya tadi siang. Begitu melihat tulisan di sampul amplop itu, kening Ria langsung berkerut rapat, seolah sudah merasakan ada kabar yang tidak menyenangkan di dalamnya.
“Kenapa, Ria? Surat itu dari siapa?” tanya Bu Maria dengan hati-hati.
“Dari Abang Hamza, Bun,” jawab Ria pelan.
“Kalau begitu bacakanlah isinya agar kita semua tahu kabarnya,” ajak Arefin.
Ria pun membuka amplop itu perlahan, lalu mulai membacakan isinya dengan suara yang mulai bergetar:
“Assalamualaikum, Bunda dan adik-adik sekalian. Maafkan Abang, mungkin saat surat ini sampai ke tangan kalian, Abang sudah terlebih dahulu menikah dengan anak teman lama Ayah. Katanya, Ayah dulu pernah berhutang, dan Abang harus menunaikannya dengan jalan ini. Abang akan menjalani semuanya, karena rasanya tidak bisa lagi memutar balikkan keadaan. Lagipula, semua uang dan harta yang Abang miliki sudah berada di tangan Bude Fatimah. Abang tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain hanya bisa pasrah menerima nasib.
Maafkan Abang ya… Oh ya, nanti kalau tahun depan panen kopi berbuah lebat, tolong kabari Abang. Abang juga ingin meminta bagian dari hasilnya.
Cukup sekian saja. Terima kasih.
Wassalamualaikum, Abang Hamza.”
Prak! Prak!
Belum selesai suara Ria menghilang, Arefin sudah memukul meja dengan keras hingga benda-benda di atasnya berguncang. Wajahnya memerah menahan amarah yang meluap.
“Kurang ajar! Hamza itu pikirannya hanya sempit begitu saja? Padahal tahun ini saja panen kita sangat sedikit, dan yang kita terima hanya sekitar seratus kilogram saja! Apakah itu cukup untuk menutupi kebutuhan hidup kita selama setahun? Dia tidak memikirkan sama sekali bagaimana susahnya kita bertahan hidup di sini!” bentak…
SATU -SATUNYA BUANGA DI TENGAH HUTAN.
SATU-SATUNYA BUNGA DI TENGAH HUTAN Bab 105: Surat yang Membawa Duka dan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 178 Episodes
Comments