🙏❤️
Satu-satunya Bunga di Tengah Hutan
Ria hanya bisa terkekeh pelan melihat tingkah Yuni yang menggerutu kesal sendirian di tanah. Yuni harus bangun sendiri karena tak ada satu pun yang menolongnya, seolah-olah bumi pun tak tega menyentuhnya. Ria tetap tenang melangkah membawa tas belanjaan Kak Hilina menuju lantai atas. Sesampainya di depan pintu kamar Kak Hilina, ia mengetuk pelan.
Tok... tok... tok...
"Assalamualaikum, Kak."
"Waalaikumsalam, silakan masuk saja Ria," jawab Kak Hilina dari dalam.
Ria melangkah masuk, meletakkan tas belanjaan itu di atas meja dengan hati-hati. "Kak, ini barang-barangnya sudah Ria bawa."
"Terima kasih banyak ya, Ria. Kamu benar-benar membantu sekali," ucap Kak Hilina tulus. "Oh iya, mana tas belanjaan yang untuk kamu sendiri?"
"Heee... lupa Kak, kayaknya masih di bawah, sepertinya dibawa sama Intan," jawab Ria sambil menggaruk kepala yang tak gatal.
"Ya sudah tidak apa-apa, nanti sore saja Kakak minta tolong kamu ajari Kakak cara memakai hijab dengan benar ya, Ria," ujar Kak Hilina memohon dengan sopan.
"Siap, Kak! Tentu saja Ria bantu ajari sampai Kakak bisa dan nyaman," jawab Ria sambil tersenyum lebar dan mengacungkan jempol.
Setelah itu Ria berjalan keluar kamar menuruni anak tangga. Saat sampai di tangga, Ria melihat Yuni sedang berjalan lewat dengan wajah masam. Ria berhenti sejenak menatapnya, lalu tiba-tiba Ria bersuara dengan nada heran yang dibuat-buat, "Waduh Yonya... kenapa siku itu? Ada apa yang menempel ya? Jangan-jangan terkena kotoran?"
Ria sengaja bicara begitu untuk sedikit menjahili Yuni yang selalu menaruh benci padanya. Yuni menatap tajam sambil mendengus kasar, "Dasar orang miskin!"
Ria tersenyum santai mendengar ejekan itu. "Oh, saya memang miskin harta, tapi hati saya kaya. Kalau Yonya bilang orang kaya, kok malah bekerja di rumah orang sama seperti saya?" balas Ria tenang tanpa emosi sedikit pun.
Wajah Yuni memerah menahan amarah, matanya melotot lebar. "Aduh Yonya, awas nanti matanya copot lho kalau melot…
SATU -SATUNYA BUANGA DI TENGAH HUTAN.
139 senyum dan ketenangan hati
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 178 Episodes
Comments