MATA TEMBUSH PANDANG

MATA TEMBUSH PANDANG

BAB 1:TAKDIR

HALO SEMUANYA SEBELUMNYA SAYA UCAPKAN TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN KALIAN,AKU JUGA MAU TAWARIN SATU NOVEL TERBARU AKU

SUPIR KETOS NONA MANJA

DIJAMIN NAGIH KALIAN BACANYA

TERIMAKASIH

Malam di sudut kota fiktif di Tiongkok selalu terasa lebih dingin bagi mereka yang tak punya tempat bersandar. Bagi Chen, seorang pemuda yatim piatu berusia dua puluh satu tahun, hidup adalah tentang bertahan dari satu fajar ke fajar berikutnya. Setiap hari, punggungnya menjadi tumpuan ratusan kilogram karung beras, kotak buah, dan barang-barang berat di pasar grosir kota. Upahnya yang pas-pasan hanya cukup untuk membayar sewa kamar kos sempit dan mengisi perutnya yang sering keroncongan.

Malam itu, jam digital di ponsel retaknya menunjukkan pukul sebelas. Pasar sudah sepi, dan Chen berjalan gulai menyusuri trotoar yang remang-remang. Tubuhnya pegal-pegal, efek dari kerja rodi belasan jam.

Namun, langkah Chen terhenti ketika ia melihat sesosok tubuh kurus meringkuk di bawah lampu jalan yang berkedip-kedip.

Seorang kakek tua, mengenakan pakaian compang-camping, tampak tertidur pulas di atas semen yang dingin.

Awalnya, Chen egois. “Dunia ini keras, urus saja dirimu sendiri, Chen,” bisik hatinya. Ia melangkah melewati kakek itu sejauh tiga meter. Namun, embusan angin malam yang menusuk tulang membuat Chen merinding. Ia menatap jaket usang yang melekat di tubuhnya sendiri—satu-satunya pelindung yang ia miliki.

Rasa iba mengalahkan logikanya. Chen berbalik, menghela napas panjang, dan melepas jaketnya. Ia mendekat perlahan, berniat menyelimuti tubuh ringkih sang kakek agar tidak mati kedinginan.

Namun, tepat saat ujung jaket Chen hampir menyentuh pundak pria tua itu, sesuatu yang tidak masuk akal terjadi.

Set!

Mata kakek itu terbuka lebar secara instan. Tidak ada kantuk, tidak ada kebingungan. Sepasang manik mata yang luar biasa jernih, kontras dengan wajahnya yang keriput, langsung mengunci pandangan Chen.

Chen terkesiap, hendak mundur, tetapi seluruh tubuhnya mendadak kaku seperti batu. Saraf-sarafnya terkunci.

Jangankan melangkah, mengedipkan mata pun ia tidak mampu. Malam yang tadinya bising oleh suara angin seketika menjadi sunyi senyap. Hanya ada Chen dan tatapan intens sang kakek.

Kepala Chen mulai berputar hebat. Rasa pusing yang luar biasa menghantam otaknya, seolah-olah ada jutaan informasi tak kasat mata yang dipaksa masuk menembus retinanya.

Pandangannya mengabur, dipenuhi kilatan cahaya keemasan yang aneh. Sebelum kesadarannya hilang sepenuhnya dan ia ambruk ke aspal, telinga Chen menangkap suara kekehan pelan yang terdengar sangat lega.

"Misiku telah selesai... Akhirnya, aku bebas."

Ketika kalimat itu selesai diucapkan, bayangan sang kakek perlahan memudar dan menghilang di udara, meninggalkan Chen yang telah jatuh pingsan, tertidur pulas di jalanan yang dingin.

Tirai yang Tersingkap

Kriitt…

Chen tersentak bangun saat matahari pagi mulai menyengat kulitnya. Ia mengerang, memegangi kepalanya yang masih terasa agak berat. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri dengan bingung.

"Kenapa... kenapa aku bisa tertidur pulas di jalanan?" gumamnya heran. Ia mengingat kejadian semalam, tentang kakek tua itu, tetapi semuanya terasa seperti mimpi buruk yang samar. Anehnya, tubuhnya tidak terasa sakit atau kaku sama sekali. Malah, ia merasa jauh lebih segar dari biasanya.

Sambil memungut jaketnya yang tergeletak di sampingnya, Chen bergegas berjalan pulang ke rumah kosnya yang terletak di gang sempit padat penduduk. Otaknya masih memutar ulang kejadian aneh semalam.

Sesampainya di lorong kos lantai dua, Chen berjalan menuju kamarnya yang berada di ujung. Di sebelah kamarnya, adalah kamar seorang gadis muda bernama Mei, tetangga kos yang terkenal tertutup dan jarang bersosialisasi.

Saat melewati pintu kamar Mei, Chen tiba-tiba merasakan sensasi hangat yang menjalar dari belakang kepalanya menuju kedua bola matanya. Pandangannya bergetar sedikit.

Dan detik itu juga, dunia di sekitar Chen berubah.

Dinding beton tebal berwarna hijau pudar di kamar Mei perlahan-lahan menjadi transparan, seperti lapisan kaca jernih yang memudar. Chen terbelalak. Ia mengucek matanya dengan panik, mengira dirinya sedang berhalusinasi akibat kurang tidur.

Namun, pemandangan di depannya tidak berubah. Malah menjadi semakin tajam.

Melalui dinding yang seolah lenyap itu, Chen bisa melihat dengan sangat jelas interior kamar Mei. Dan yang membuat jantungnya hampir melompat keluar dari dada adalah, ia bisa melihat area kamar mandi kecil di dalam sana. Pintu kamar mandinya pun tembus pandang.

Di dalam sana, Mei sedang berdiri di bawah kucuran air shower. Tanpa sehelai pakaian pun.

Chen terpaku di tempatnya, tenggorokannya mendadak kering. Setiap lekuk tubuh tetangganya itu, bulir-bulir air yang mengalir di kulitnya, bahkan warna rambutnya yang basah terlihat dengan detail yang luar biasa jernih. Kemampuan matanya seolah menembus batas ruang dan privasi yang ada.

Chen buru-buru menutup kedua matanya dengan telapak tangan, napasnya memburu, dan wajahnya memerah padam sampai ke telinga.

“A-apa yang terjadi dengan mataku?!” batin Chen menjerit panik sekaligus tidak percaya. “Apakah kakek semalam… benar-benar nyata?”

Chen menyadari satu hal: hidupnya yang biasa sebagai kuli angkut miskin, telah berakhir di malam yang dingin itu.

...KLIK TOMBOL LIKE DAN VOTE YA GAN 😎...

Terpopuler

Comments

Haryo pambayun

Haryo pambayun

oke kawan..klik..
lanjoutken

2026-08-02

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1:TAKDIR
2 BAB 2: GIOK LANGKA
3 BAB 3: JALAN JALAN
4 Bab 4: Undangan Tak Terduga di Penghujung Malam
5 Bab 5: RUANGAN LELANG
6 Bab 6: Kejutan di Ruang Lelang
7 BAB 7:Sepasang Mata yang Mengawasi
8 Bab 8:Tuan Feng
9 Bab 9: Pelukan Penyelamat
10 Bab 10: Ketika Hati Mulai Berbicara
11 Bab 11: Kepastian Hati
12 Bab 12: Taruhan Besar
13 Bab 13: Evolusi Mata Ajaib dan Penglihatan Masa Depan
14 Bab 14: Hari Pertama di Paviliun Surgawi
15 Bab 15: Penaklukan Tanpa Mahkota
16 Bab 16: Transformasi Sang Kekasih
17 Bab 17: Sisi Gelap Gemerlap Malam dan Amarah sang Tuan Muda
18 Bab 18: Kejujuran di Bawah Pengaruh Alkohol
19 Bab 19: Pagi yang Merona di Kamar Kos
20 Bab 20: Hangatnya Kedamaian dan Kilasan Masa Depan
21 Bab 21: Ancaman Keluarga Wang dan Misteri Lahan Tambang
22 Bab 22: Strategi di Balik Lahan Sampah
23 Bab 23: Jebakan Sempurna dan Hitung-hitungan sang Dewa Giok
24 Bab 24: Keajaiban Giok Penyembuh dan Ketulusan yang Meruntuhkan Keangkuhan
25 Bab 25: Harta Karun Sungai Kuno dan Kejutan yang Mengguncang Dunia
26 Bab 26: Kabar yang Mengguncang Musuh dan Kepribadian yang Tak Berubah
27 Bab 27: Hadiah Rahasia dan Pembuktian di Meja Para Kolektor
28 Bab 28: Lelang Misterius dan Senyuman di Balik Rencana
29 Bab 29: Hinaan di Sela Perjamuan dan Sumpah sang Naga Muda
30 Bab 30: Pertemuan di Pulau Misterius dan Tatapan Dua Aliansi
31 Bab 31: Puncak Kejayaan Palsu dan Jatuhnya Kekaisaran Wang
32 Bab 32: Tunduknya Keangkuhan dan Pengakuan Mutlak Keluarga Besar
33 Bab 33: Renungan Malam dan Kejutan dari Sepasang Mata Ajaib
34 Bab 34: Panggilan dari Kampung dan Lamaran yang Tak Terduga
35 Bab 35: Kunci Impian dan Langkah Menuju Restu
36 Bab 36: Obsesi Si Pemuda Kampung dan Sombongnya Katak dalam Tempurung
37 Bab 37: Kemurkaan Kepala Cabang dan Tantangan sang Naga Muda
38 Bab 38: Serangan yang Sia-Sia dan Kedatangan sang Penguasa Jaringan
39 Bab 39: Jatuhnya sang Penguasa Cabang dan Rasa Kagum Ibu Mertua
40 Bab 40: Restu Mutlak di Malam Hari dan Kepulangan Liong
41 Bab 41: Ujian Ketulusan dan Rezeki yang Tak Terduga
42 Bab 42: Langkah Baru Liong
43 Bab 43: Ketabahan dan Dua Sahabat Baru
44 Bab 44: Getar Asmara di Kantor Cabang dan Hari yang Dinantikan
45 Bab 45: Pesta Megah
46 Bab 46: Candaan sang Tuan Muda
47 Bab 47: Dua Hati yang Saling Menjaga
48 Bab 48: Rumah Baru
49 Bab 49: Manisnya Rumah Baru dan Persiapan Menuju Surga Giok
50 Bab 50: Sambutan di Tanah Emas dan Rencana di Balik Tirai Lelang
51 Bab 51: Rahasia di Balik Sepasang Mata dan Kilau Giok Tertinggi untuk sang Ratu
52 Bab 52: Rahasia Terbesar dan Merahnya Pipi sang Istri
53 Bab 53: Akhir dari Bulan Madu dan Ujian Integritas Liong
54 Bab 54: Benih sang Naga dan Puncak Pembuktian Harga Diri Liong
55 Bab 55: Nyali sang Manajer Baru dan Jamuan Makan Malam Keluarga Militer
56 Bab 56: Interogasi Para Perwira Baja dan Restu Agung Keluarga Lin
57 Bab 57: Kepulangan sang Naga ke Desa dan Rencana Perburuan Mas Kawin Giok Langka
58 Bab 58: Tamparan Telak di Aula Makmur dan Penemuan Giok Kembar sang Naga
59 Bab 59: Mahakarya Giok Kembar dan Kemegahan Lamaran sang Manajer
60 Bab 60: Denyut Jantung dan Geliat Pesta Dua Bulan
61 Bab 61: Ikatan Suci, Berkah Generasi Baru, dan Peta Pulau Giok Misteriu
62 Bab 62: Menuju pulau tak berpenghuni dan Rahasia sumberdaya baru
63 Bab 63: Lembaran Hukum
64 Bab 64:Kelahiran sang Penerus
65 Bab 65: Kemakmuran dan Misteri Titik Ke Empat
66 Bab 66: Generasi Baru (prolog)
67 Bab 67: Hangatnya Meja Makan Tirai Sutra, Panggilan Malam sang Sahabat, dan Geli
68 Bab 68: Hancurnya Navigasi Udara, Sumpah Darah Hijau, dan Peringatan Keras sang
69 Bab 69: Gema Jeritan Alam, dan Kesadaran sang Penguasa
70 Bab 70: Langkah Sunyi di Bukit Terlarang, Sumpah Tujuh Turunan,dan Pemandu Ghaib
71 Bab 71: Altar Inti Jantung Bumi, Ekspresi sang Miliarder, dan Amukan Penjaga
72 Bab 72: Amukan Darah Hijau, Mode Kerasukan sang Naga, dan Jatuhnya sang Penjaga
73 Bab 73: Asal usul kutukan suci.
74 Bab 74: Terbangun di Sisi Sahabat, Tunduknya sang Penjaga, dan Pengakuan di Alta
75 Bab 75: Penglihatan Darah di Balik Kabut, Beban sang Miliarder, dan Rahasia Sisi
76 Bab 76: Evakuasi Medis, Rahasia Kamar VIP, dan Sepasang Mata di Sudut Kampus
77 Bab 77: Peringatan dari Alam Mimpi
78 Bab 78: Kepulangan yang Hangat, Alibi Palsu, dan Rahasia Darah Hijau sang Putra
79 Bab 79: Mo Xie Si Pengintip Masa Lalu
80 Aku Lody Bukan Loky
81 DISA & RISKI
82 Bab 82: Tragedi di Kediaman Liu
83 Bab 83: Jeritan di Ruang ICU Dan Mo Xie Sudah di Puncak Gunung Terlarang.
84 Bab 84: Pertarungan Chen dan Mo xie
85 Bab 85: Pedang bermata dua
86 Bab 86: Rahasia yang Terungkap di Ruang Bawah Tanah
87 Bab 87: Kesadaran Tuan Muda Liu, Pelukan yang Bergetar, dan Misteri Jejak Mo Xie
88 Bab 88: Wahyu Sang Xuantian dan Kegagalan Ritual Kegelapan
89 Bab 89: Kilat Setengah Cahaya
90 Bab 90: Balas dendam
91 Bab 91: Tiga lawan Dua
92 Bab 92: Duet Terpisah, Provokasi Licik Mo Xie, dan Amukan Dua Jiwa Satu Raga
93 Bab 93: Pengorbanan Terakhir Sang Fajar
94 Bab 94 : Epilog – Fajar Baru, Warisan Sang Pahlawan, dan Janji Sahabat Sejati
95 Season 2 - Bab 1: Generasi Kedua Mata Tembus Pandang – Awal dari Gesekan yang Sa
96 PENYIHIR TANPA SIHIR
97 SUAMI YANG KAU DAN KELUARGA MU HINA ADALAH PEWARIS KAYA
98 S2 Bab 2
99 S2 Bab 3
100 S2 Bab 4
101 S2 Bab 5
102 Pengumuman karya baru
Episodes

Updated 102 Episodes

1
BAB 1:TAKDIR
2
BAB 2: GIOK LANGKA
3
BAB 3: JALAN JALAN
4
Bab 4: Undangan Tak Terduga di Penghujung Malam
5
Bab 5: RUANGAN LELANG
6
Bab 6: Kejutan di Ruang Lelang
7
BAB 7:Sepasang Mata yang Mengawasi
8
Bab 8:Tuan Feng
9
Bab 9: Pelukan Penyelamat
10
Bab 10: Ketika Hati Mulai Berbicara
11
Bab 11: Kepastian Hati
12
Bab 12: Taruhan Besar
13
Bab 13: Evolusi Mata Ajaib dan Penglihatan Masa Depan
14
Bab 14: Hari Pertama di Paviliun Surgawi
15
Bab 15: Penaklukan Tanpa Mahkota
16
Bab 16: Transformasi Sang Kekasih
17
Bab 17: Sisi Gelap Gemerlap Malam dan Amarah sang Tuan Muda
18
Bab 18: Kejujuran di Bawah Pengaruh Alkohol
19
Bab 19: Pagi yang Merona di Kamar Kos
20
Bab 20: Hangatnya Kedamaian dan Kilasan Masa Depan
21
Bab 21: Ancaman Keluarga Wang dan Misteri Lahan Tambang
22
Bab 22: Strategi di Balik Lahan Sampah
23
Bab 23: Jebakan Sempurna dan Hitung-hitungan sang Dewa Giok
24
Bab 24: Keajaiban Giok Penyembuh dan Ketulusan yang Meruntuhkan Keangkuhan
25
Bab 25: Harta Karun Sungai Kuno dan Kejutan yang Mengguncang Dunia
26
Bab 26: Kabar yang Mengguncang Musuh dan Kepribadian yang Tak Berubah
27
Bab 27: Hadiah Rahasia dan Pembuktian di Meja Para Kolektor
28
Bab 28: Lelang Misterius dan Senyuman di Balik Rencana
29
Bab 29: Hinaan di Sela Perjamuan dan Sumpah sang Naga Muda
30
Bab 30: Pertemuan di Pulau Misterius dan Tatapan Dua Aliansi
31
Bab 31: Puncak Kejayaan Palsu dan Jatuhnya Kekaisaran Wang
32
Bab 32: Tunduknya Keangkuhan dan Pengakuan Mutlak Keluarga Besar
33
Bab 33: Renungan Malam dan Kejutan dari Sepasang Mata Ajaib
34
Bab 34: Panggilan dari Kampung dan Lamaran yang Tak Terduga
35
Bab 35: Kunci Impian dan Langkah Menuju Restu
36
Bab 36: Obsesi Si Pemuda Kampung dan Sombongnya Katak dalam Tempurung
37
Bab 37: Kemurkaan Kepala Cabang dan Tantangan sang Naga Muda
38
Bab 38: Serangan yang Sia-Sia dan Kedatangan sang Penguasa Jaringan
39
Bab 39: Jatuhnya sang Penguasa Cabang dan Rasa Kagum Ibu Mertua
40
Bab 40: Restu Mutlak di Malam Hari dan Kepulangan Liong
41
Bab 41: Ujian Ketulusan dan Rezeki yang Tak Terduga
42
Bab 42: Langkah Baru Liong
43
Bab 43: Ketabahan dan Dua Sahabat Baru
44
Bab 44: Getar Asmara di Kantor Cabang dan Hari yang Dinantikan
45
Bab 45: Pesta Megah
46
Bab 46: Candaan sang Tuan Muda
47
Bab 47: Dua Hati yang Saling Menjaga
48
Bab 48: Rumah Baru
49
Bab 49: Manisnya Rumah Baru dan Persiapan Menuju Surga Giok
50
Bab 50: Sambutan di Tanah Emas dan Rencana di Balik Tirai Lelang
51
Bab 51: Rahasia di Balik Sepasang Mata dan Kilau Giok Tertinggi untuk sang Ratu
52
Bab 52: Rahasia Terbesar dan Merahnya Pipi sang Istri
53
Bab 53: Akhir dari Bulan Madu dan Ujian Integritas Liong
54
Bab 54: Benih sang Naga dan Puncak Pembuktian Harga Diri Liong
55
Bab 55: Nyali sang Manajer Baru dan Jamuan Makan Malam Keluarga Militer
56
Bab 56: Interogasi Para Perwira Baja dan Restu Agung Keluarga Lin
57
Bab 57: Kepulangan sang Naga ke Desa dan Rencana Perburuan Mas Kawin Giok Langka
58
Bab 58: Tamparan Telak di Aula Makmur dan Penemuan Giok Kembar sang Naga
59
Bab 59: Mahakarya Giok Kembar dan Kemegahan Lamaran sang Manajer
60
Bab 60: Denyut Jantung dan Geliat Pesta Dua Bulan
61
Bab 61: Ikatan Suci, Berkah Generasi Baru, dan Peta Pulau Giok Misteriu
62
Bab 62: Menuju pulau tak berpenghuni dan Rahasia sumberdaya baru
63
Bab 63: Lembaran Hukum
64
Bab 64:Kelahiran sang Penerus
65
Bab 65: Kemakmuran dan Misteri Titik Ke Empat
66
Bab 66: Generasi Baru (prolog)
67
Bab 67: Hangatnya Meja Makan Tirai Sutra, Panggilan Malam sang Sahabat, dan Geli
68
Bab 68: Hancurnya Navigasi Udara, Sumpah Darah Hijau, dan Peringatan Keras sang
69
Bab 69: Gema Jeritan Alam, dan Kesadaran sang Penguasa
70
Bab 70: Langkah Sunyi di Bukit Terlarang, Sumpah Tujuh Turunan,dan Pemandu Ghaib
71
Bab 71: Altar Inti Jantung Bumi, Ekspresi sang Miliarder, dan Amukan Penjaga
72
Bab 72: Amukan Darah Hijau, Mode Kerasukan sang Naga, dan Jatuhnya sang Penjaga
73
Bab 73: Asal usul kutukan suci.
74
Bab 74: Terbangun di Sisi Sahabat, Tunduknya sang Penjaga, dan Pengakuan di Alta
75
Bab 75: Penglihatan Darah di Balik Kabut, Beban sang Miliarder, dan Rahasia Sisi
76
Bab 76: Evakuasi Medis, Rahasia Kamar VIP, dan Sepasang Mata di Sudut Kampus
77
Bab 77: Peringatan dari Alam Mimpi
78
Bab 78: Kepulangan yang Hangat, Alibi Palsu, dan Rahasia Darah Hijau sang Putra
79
Bab 79: Mo Xie Si Pengintip Masa Lalu
80
Aku Lody Bukan Loky
81
DISA & RISKI
82
Bab 82: Tragedi di Kediaman Liu
83
Bab 83: Jeritan di Ruang ICU Dan Mo Xie Sudah di Puncak Gunung Terlarang.
84
Bab 84: Pertarungan Chen dan Mo xie
85
Bab 85: Pedang bermata dua
86
Bab 86: Rahasia yang Terungkap di Ruang Bawah Tanah
87
Bab 87: Kesadaran Tuan Muda Liu, Pelukan yang Bergetar, dan Misteri Jejak Mo Xie
88
Bab 88: Wahyu Sang Xuantian dan Kegagalan Ritual Kegelapan
89
Bab 89: Kilat Setengah Cahaya
90
Bab 90: Balas dendam
91
Bab 91: Tiga lawan Dua
92
Bab 92: Duet Terpisah, Provokasi Licik Mo Xie, dan Amukan Dua Jiwa Satu Raga
93
Bab 93: Pengorbanan Terakhir Sang Fajar
94
Bab 94 : Epilog – Fajar Baru, Warisan Sang Pahlawan, dan Janji Sahabat Sejati
95
Season 2 - Bab 1: Generasi Kedua Mata Tembus Pandang – Awal dari Gesekan yang Sa
96
PENYIHIR TANPA SIHIR
97
SUAMI YANG KAU DAN KELUARGA MU HINA ADALAH PEWARIS KAYA
98
S2 Bab 2
99
S2 Bab 3
100
S2 Bab 4
101
S2 Bab 5
102
Pengumuman karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!